'Aql dan Taqwa
Umar, Ubai bin Ka’ab dan Abu Hurairah tiba menghampiri Rasulullah saw. seraya bertanya:
“Ya Rasulullah!… Siapakah orang yang paling berilmu di antara manusia?…”
Rasulullah saw menjawab: “Orang yang ber-’aql…!”
Mereka bertanya kembali: “Siapakah orang yang paling mengabdi?…”
Rasulullah saw menjawab: “Orang yang ber-’aql…!”
Mereka bertanya lagi: “Siapakah yang paling utama di antara manusia?….”
Rasulullah saw menjawab: “Orang yang ber-’aql…!”
Mereka bertanya kembali: “Bukankah orang yang ber-’aql itu itu adalah orang yang sempurna kepribadiannya, yang fasih lidahnya, yang murah tangannya dan tinggi kedudukannya!….”
Rasulullah saw menjawab: “Kalaulah itu benar semuanya, tentu tidaklah kesenangan kehidupan dunia dan akhirat pada sisi Rabbmu diperuntukkan bagi orang yang bertaqwa. Yang ber’aql, dialah yang bertaqwa, walaupun di dunia dalam keadaan terhina.”
[Hr. Ibnul Mahbar.]
“Ya Rasulullah!… Siapakah orang yang paling berilmu di antara manusia?…”
Rasulullah saw menjawab: “Orang yang ber-’aql…!”
Mereka bertanya kembali: “Siapakah orang yang paling mengabdi?…”
Rasulullah saw menjawab: “Orang yang ber-’aql…!”
Mereka bertanya lagi: “Siapakah yang paling utama di antara manusia?….”
Rasulullah saw menjawab: “Orang yang ber-’aql…!”
Mereka bertanya kembali: “Bukankah orang yang ber-’aql itu itu adalah orang yang sempurna kepribadiannya, yang fasih lidahnya, yang murah tangannya dan tinggi kedudukannya!….”
Rasulullah saw menjawab: “Kalaulah itu benar semuanya, tentu tidaklah kesenangan kehidupan dunia dan akhirat pada sisi Rabbmu diperuntukkan bagi orang yang bertaqwa. Yang ber’aql, dialah yang bertaqwa, walaupun di dunia dalam keadaan terhina.”
[Hr. Ibnul Mahbar.]