Postingan

Menampilkan postingan dengan label Rasulullah Muhammad saw

Alwah Nabi Musa as.

APA YANG TERTULIS DI DALAM ALWAAH NABI MUSA as ... Dalam bahasa Al-Qur’an, alwaah adalah kata benda jamak dari lauh-lauh (loh-loh), yang dalam peristiwa Nabi Musa –alaihis-salaam- wujudnya berupa dua bilah papan batu, dimana pada keempat muka dari lauh tersebut terpahat serangkaian Firman-Nya. Al-alwaah tersebut kemudian Allah berikan kepada Nabi Musa as., setelah ia bermunajat di atas Bukit Sinai (thuursina) selama 40 malam. Allah pun memerintahkan Musa as. untuk membuat Taabut, yaitu semacam wadah bagi lauh-lauh Allah tersebut. Dimana bahan, ukuran, maupun bentuk dari Taabut tersebut secara terperinci telah Allah firmankan kepada Nabi Musa as., sebagaimana Allah telah merinci kepada Nabi Nuh as. ihwal wujud dari bahtera yang harus dibuat. Kita mengenal apa yang Allah “tuliskan” pada lauh-lauh Musa as. tersebut sebagai “Sepuluh Perintah Tuhan” (The Ten Commandement) bagi kaum Bani Israil, yang mana uraian dari 10 Firman Hukum tersebut secara terpe...

Nur Muhammad saw

Suatu hari Sayidina Ali, karamAllahu-wajhahu, bertanya kepada Nabi saw,... "Wahai Muhammad, kedua orang tuaku akan menjadi jaminanku, mohon katakan padaku apa yang diciptakan Allah Ta'ala sebelum semua makhluq ciptaan?..." Berikut ini adalah jawabannya yang indah,.. "Sesungguhnya, sebelum Rabb-mu menciptakan lainnya, Dia menciptakan dari Nur-Nya -nur Nabimu, dan Nur itu diistirahatkan -haithu-mashaAllah, dimana Allah menghendakinya untuk istirahat. Dan pada waktu itu tidak ada hal lainnya yang hadir -tidak lauh al-mahfudz, tidak Sang Pena, tidak Surga ataupun Neraka, tidak Malaikat Muqarabin, tidak langit ataupun dunia; tiada matahari, tiada rembulan, tiada bintang, tiada jin atau manusia atau malaikat -belum ada apa-apa yang diciptakan, kecuali Nur ini.  Kemudian Allah Swt dengan iradat-Nya menghendaki adanya ciptaan. 

Debu kaki Muhammad saw.

Abu Yazid Al-Busthami ra. berkisah,... "Dengan tatapan yang pasti aku memandang Allah setelah Dia membebaskan diriku dari semua makhluq-Nya, menerangi diriku dengan Cahaya-Nya, membukakan keajaiban-keajaiban rahasiaNya dan menunjukkan kebesaranNya kepadaku. Setelah menatapNya akupun memandang diriku sendiri dan merenungi rahasia serta hakekat diri ini. Cahaya diriku adalah kegelapan jika dibandingkan dengan CahayaNya, kebesaran diriku sangat kecil jika dibandingkan dengan kebesaranNya, kemuliaan diriku hanyalah kesombongan yang sia-sia jika dibandingkan dengan kemuliaanNya. Di dalamNya segalanya suci sedang didalam diriku segalanya kotor dan cemar. Bila kurenungi kembali,

Kisah 8 Dirham

Pagi itu Rasulullah Saw nampak sibuk memperhatikan bajunya dengan cermat, baju yang tinggal satu-satunya itu ternyata sudah usang. Dengan rizki uang delapan dirham, beliau segera menuju pasar untuk membeli baju. Di tengah perjalanan, beliau bertemu dengan seorang wanita yang sedang menangis. Ternyata ia kehilangan uangnya. Dengan kemurahan hati, beliau memberikan 2 dirham untuknya. Tidak hanya itu, beliau juga berhenti sejenak untuk menenangkan wanita itu. Setelah itu, Rasulullah saw lalu melangkah ke pasar. Beliau langsung mencari barang yang diperlukannya. Dibelinya sepasang baju dengan harga 4 dirham lalu bergegas pulang. Di tengah perjalanan, beliau bertemu dengan seorang tua yang telanjang. Dengan iba, orang itu memohon sepotong baju yang baru dibelinya. Karena tidak tahan melihatnya, beliau langsung memberikan baju itu. Maka kembalilah beliau ke pasar untuk membeli baju lagi dengan uang tersisa 2 dirham, tentu saja kualitasnya lebih kasar dan jelek dari sebelumnya. Ketika h...

Syafa'at Rasulullah Saw

Rasulullah saw bersabda,.. “Hidupku adalah kebajikan bagi kalian,…  Dan matiku adalah kebajikan bagi kalian. Adapun hidupku, maka aku sunahkan  bagi kalian akan sunnah-sunnah  dan aku syari’atkan bagi kalian syari’at-syari’at. Adapun matiku, maka sesungguhnya  semua amal kalian didatangkan kepadaku.  Maka apa yang aku lihat daripadanya itu baik,  niscaya aku memujikan Allah atas yang demikian.  Dan apa yang aku lihat dari padanya itu buruk, niscaya aku memohonkan ampunan Allah Ta’ala bagi kalian.” (Hr. Al Bazzar)