Postingan

Menampilkan postingan dengan label Lapar

Adab makan

Ali bin Salim Al-Basharti berkata,.. “Siapa yang memakan roti dengan adab, niscaya ia tidak akan sakit, kecuali sakit mati.” Lalu ditanyakan, “Apakah adab itu?..” Ali bin Salim menjawab,.. “Engkau makan sesudah lapar,.. Dan engkau mengangkat tangan sebelum kenyang.”

Bahaya Kenyang

Abu Sulaiman Ad-darani berkata,.. “Siapa yang kenyang, niscaya masuklah kepadanya enam bahaya,.. - Hilang kemanisan dalam bermunajah, - Sukar memelihara hikmah,... - Tidak mempunyai belas kasihan kepada manusia, karena apabila ia telah kenyang niscaya disangkanya semua orang kenyang, - Berat melakukan ibadah, - Bertambah nafsu syahwat - Dan kaum muslimin yang lain berputar keliling masjid dan orang-orang yang kenyang itu berputar mengelilingi kakus (toilet).” Dikatakan,... "Lapar itu seperti guruh. Qana’ah itu seperti kabut. Dan hikmah itu seperti hujan." (Ihya Ullumiddin)

Cahaya Hikmah

Rasulullah saw bersabda,.. “Cahaya hikmah itu lapar,...  Menjauhkan diri dari pada Allah ‘Azza Wa Jalla itu kenyang.  Mendekatkan diri kepada Allah ‘Azza Wa Jalla itu mencintai orang miskin dan mendekatinya.  Janganlah kamu kenyang, lalu kamu memadamkan cahaya hikmah dari hatimu!..  Orang yang bermalam dalam keadaan ringan dari makanan, maka bermalamlah bidadari sekelilingnya, hingga pagi hari.”  (Hr. Abu Mansur ad-dailami)

Pintu terbuka

Asy Syibli berkata,.. “Kalau aku lapar sehari karena Allah, maka aku melihat pada hatiku pintu terbuka dari hikmah dan i’tibar, yang belum pernah sekali-kali aku melihatnya.”

Cerdiklah hatinya

Rasulullah saw bersabda,.. “Barangsiapa yang melaparkan perutnya, niscaya tinggilah pikirannya dan cerdiklah hatinya.” (Ihya Ullumiddin)

Zakat Tubuh

Rasulullah saw bersabda,.. “Tiap-tiap sesuatu itu mempunyai zakat dan zakat tubuh itu lapar.” (Hr. Ibnu Majah)

Lapar dan Hati

Rasulullah saw bersabda, “Hidupkanlah hatimu dengan sedikit tertawa dan sedikit kenyang!...  Dan sucikanlah hatimu dengan lapar, n iscaya hati itu bersih dan halus.” (Ihya Ullumiddin)

Perut seperti rebab

Abu Thalib Al-Makki berkata, “Perut itu adalah seperti rebab. Yaitu kayu yang berlubang, mempunyai tali-tali. Sesungguhnya akan bagus bunyinya karena ringan dan tipisnya. Dan karena ia berlubang, tiada berisi penuh. Begitulah pula rongga perut!... Apabila ia kosong, niscaya adalah lebih manis untuk membaca (tilawah al-Qur’an), lebih lama untuk berdiri shalat dan lebih menyedikitkan tidur.”

Lapar, sakit dan bencana

Sahl berkata,.. “Allah ‘Azza Wa Jalla berhadapan kepada hambaNya dengan lapar, sakit dan bencana." (IU)

Terputus segala waswas

Sahl berkata,.. “Barangsiapa melaparkan dirinya niscaya terputuslah segala waswas daripadanya.”

Tingkatan Lapar

Yahya bin Mu’adz berkata,.. “Laparnya orang-orang yang gemar itu adalah peringatan. Laparnya orang-orang yang taubat itu percobaan. Laparnya orang-orang yang rajin (mujtahid) itu kemuliaan. Laparnya orang-orang yang sabar itu kebijaksanaan. Dan laparnya orang-orang yang zuhud itu hikmah.”

Sepotong roti buat Rasulullah

Diriwayatkan dari Anas,.. “Fatimah ra. datang kepada Rasulullah saw dengan membawa sepotong roti. Lalu Rasulullah saw bertanya,.. “Sepotong apa ini?..”  Fatimah menjawab, “Sepotong roti.  Hati anakanda tidak enak sebelum membawa sepotong roti ini kepada ayahanda.”  Maka Rasulullah saw menjawab,... “Sesungguhnya inilah makanan pertama yang masuk ke mulut ayahmu semenjak tiga hari ini.”  (Hr. Al-Harits bin Abi Usamah)

Laparnya Rasulullah

‘Aisyah ra. berkata,... “Sesungguhnya Rasulullah saw tidak pernah sekali-kali kenyang. Kadang-kadang aku menangis karena kasihan melihat beliau lapar. Lalu aku sapu perutnya dengan tanganku dan aku berkata,.. “Diriku menjadi tebusan bagimu, jikalau sampailah engkau dari dunia ini sekedar yang menguatkan engkau dan mencegah engkau dari kelaparan.”  Lalu beliau menjawab,.. “Wahai “Aisyah!..   Saudara-saudaraku para rasul Ulul’azmi telah bersabar dalam hal yang lebih berat dari ini.  Mereka terus dalam keadaan mereka, lalu mereka datang kepada Tuhan.  Maka Tuhan memuliakan kembalinya mereka dan membanyakkan pahalanya.  Aku merasa malu jika aku bermewah-mewahan dalam hidupku, bahwa Ia menyingkatkan untukku besok, sedang untuk mereka itu tidak.  Bersabar dalam hari-hari yang mudah adalah lebih aku sukai daripada dikurangi bagianku besok di akhirat.  Dan tiada suatupun yang lebih aku sukai, selain berhubungan dengan teman-temanku dan saudara-saudaraku.”...

Yang paling dekat kepada Allah

Rasulullah saw bersabda,.. “Manusia yang paling dekat kepada Allah ‘Azza Wa Jalla pada hari kiamat ialah orang yang lama laparnya, hausnya dan gundahnya di dunia, yang berjalan tidak beralas kaki, yang bertaqwa kepada Allah, y ang kalau mereka hadir, mereka tidak dikenal (orang), d an kalau mereka tidak hadir, niscaya orang tidak merasa kehilangan.  Mereka dikenal oleh tempat-tempat dibumi dan mereka dikelilingi oleh para malaikat langit. Manusia berni’mat-ni’mat di dunia dan mereka berni’mat-ni’mat dengan menta’ati Allah ‘Azza Wa Jalla.  Manusia tidur dikasur empuk, sedang mereka tidur dengan dahi dan lutut.  Manusia menyia-nyiakan perbuatan dan akhlak para nabi dan mereka menjaganya.  Mereka ditangisi oleh bumi apabila telah hilang.  Dan Tuhan Yang Maha perkasa marah pada tiap-tiap negeri yang tidak ada seorangpun dari pada mereka padanya.  Mereka tidak melompat-lompat di dunia, sebagaimana anjing melompat-lompat di atas bangkai. Mereka makan sedikit...

Yang paling lama lapar di hari akhirat

Abu Juhaifah ketika itu bersendawa di hadapan Rasulullah saw. Lalu Rasulullah saw bersabda kepadanya,.. ”Pendekkan sendawamu!.. Sesungguhnya manusia yang paling lama lapar di hari akhirat ialah yang paling banyak kenyang di dunia!..” (Hr. Al Baihaqi)

Kedudukan di hari Kiamat

Rasulullah saw bersabda, "Yang paling utama kedudukanmu pada Allah di hari kiamat ialah yang paling lama lapar dan bertafakkur tentang Allah swt di antara kalian. Dan yang paling di murkai Allah dari kalian pada hari kiamat, ialah yang banyak tidur, banyak makan dan banyak minum.” (IU)

Lapar dan Haus

Rasulullah saw bersabda,.. “Berjihadlah terhadap anfus kalian dengan lapar dan haus. Sesungguhnya pada yang demikian seperti pahala orang yang berjuang fii sabilillah (dalam jalan Allah). Sesungguhnya tiada amal yang paling disukai oleh Allah, selain lapar dan haus.”

Penghulu amal

Rasulullah saw bersabda, “Penghulu segala amal ialah lapar. Dan kehinaan diri ialah pakaian bulu.” (IU)

Hati yang melihat Tuhan

Nabi Isa as bersabda,.. “Wahai para murid!... Laparkanlah perutmu, semoga hatimu melihat Tuhanmu!..” (IU)