Postingan

Menampilkan postingan dengan label Hikmah

Dakwah

TIGA TINGKATAN DAKWAH "Serulah ke jalan Rabb-mu dengan _al-hikmah_, _al-mau'izhah al-hasanah_, dan _mujadalah dengan ahsan_…" (QS. An-Nahl: 125). 1. Hikmah: inilah _ilmu al-hal_ yang terdapat di dalam al-lubb, dan ilmu ini hanya dimiliki para *rijal*, seperti sabda Nabi s.a.w.: "Tekad para rijal adalah mencabut gunung-gunung", yang maknanya memusnahkan kekerasan hati manusia. 2. Mauizhah hasanah: merupakan bagian kulit lubb (qaysr al-lubb) yang diampu *ulama lahiriah*. Mereka memiliki kemampuan amar makruf nahi munkar. 3. Mujadalah: marupakan kulit dari kulit ilmu (qasyr al-qasyr) yang diampu para *umara*. Mereka memiliki keadilan lahirian dan siyasah, dan mereka adalah alat pelindung agama. -- Sir Al-Asrar, Sulthan Awliya

Perbantahan

Rasulullah saw bersabda,.. “Tinggalkanlah perbantahan,...  Karena dengan perbantahan, tidak akan dipahami hikmah dan tidak akan aman dari fitnah.”  (Hr. Ath Thabrani)

Diam

Ketika itu Luqmanul Hakim tiba ke tempat Nabi Daud as. dan Nabi Daud as sedang membuat baju besinya. Dan Luqmanul hakim belum pernah melihat baju besi sebelumnya di hari itu. Lalu ia amat heran dari apa yang dilihatnya. Ia bermaksud menanyakannya yang demikian. Tetapi dilarang oleh hikmahnya. Maka ia menahan dirinya dan tidak ditanyakannya. Tatkala telah siap, lalu Nabi Daud as. berdiri dan memakai baji besi itu, kemudian ia berkata,..”Bagus sekali baju besi ini untuk perang.” Maka Luqman menjawab,... “Diam itu suatu hukum dan sedikitlah yang melaksanakannya.”

Bahaya Kenyang

Abu Sulaiman Ad-darani berkata,.. “Siapa yang kenyang, niscaya masuklah kepadanya enam bahaya,.. - Hilang kemanisan dalam bermunajah, - Sukar memelihara hikmah,... - Tidak mempunyai belas kasihan kepada manusia, karena apabila ia telah kenyang niscaya disangkanya semua orang kenyang, - Berat melakukan ibadah, - Bertambah nafsu syahwat - Dan kaum muslimin yang lain berputar keliling masjid dan orang-orang yang kenyang itu berputar mengelilingi kakus (toilet).” Dikatakan,... "Lapar itu seperti guruh. Qana’ah itu seperti kabut. Dan hikmah itu seperti hujan." (Ihya Ullumiddin)

Cahaya Hikmah

Rasulullah saw bersabda,.. “Cahaya hikmah itu lapar,...  Menjauhkan diri dari pada Allah ‘Azza Wa Jalla itu kenyang.  Mendekatkan diri kepada Allah ‘Azza Wa Jalla itu mencintai orang miskin dan mendekatinya.  Janganlah kamu kenyang, lalu kamu memadamkan cahaya hikmah dari hatimu!..  Orang yang bermalam dalam keadaan ringan dari makanan, maka bermalamlah bidadari sekelilingnya, hingga pagi hari.”  (Hr. Abu Mansur ad-dailami)

Pintu terbuka

Asy Syibli berkata,.. “Kalau aku lapar sehari karena Allah, maka aku melihat pada hatiku pintu terbuka dari hikmah dan i’tibar, yang belum pernah sekali-kali aku melihatnya.”

Tingkatan Lapar

Yahya bin Mu’adz berkata,.. “Laparnya orang-orang yang gemar itu adalah peringatan. Laparnya orang-orang yang taubat itu percobaan. Laparnya orang-orang yang rajin (mujtahid) itu kemuliaan. Laparnya orang-orang yang sabar itu kebijaksanaan. Dan laparnya orang-orang yang zuhud itu hikmah.”

Apabila perut penuh

Luqman berkata kepada anaknya,.. “Wahai anakku, apabila perut penuh, niscaya tidurlah pikiran, bisulah ilmu-hikmah dan duduklah (malaslah) anggota tubuh guna beribadah.”

Qalb

Fathul Mausuli ra. berkata,… “Bukankah orang yang sakit itu akan mati,...  Apabila ia tak mau makan dan minum?…”  Hadirin menjawab: “Benar!…” Lalu Fathul Mausuli pun melanjutkan: “Begitu pula hati (qalb),… Apabila tak mau kepada hikmah dan ilmu dalam tiga hari, maka matilah hati itu.”