Postingan

Menampilkan postingan dengan label Nabi Musa as.

Alwah Nabi Musa as.

APA YANG TERTULIS DI DALAM ALWAAH NABI MUSA as ... Dalam bahasa Al-Qur’an, alwaah adalah kata benda jamak dari lauh-lauh (loh-loh), yang dalam peristiwa Nabi Musa –alaihis-salaam- wujudnya berupa dua bilah papan batu, dimana pada keempat muka dari lauh tersebut terpahat serangkaian Firman-Nya. Al-alwaah tersebut kemudian Allah berikan kepada Nabi Musa as., setelah ia bermunajat di atas Bukit Sinai (thuursina) selama 40 malam. Allah pun memerintahkan Musa as. untuk membuat Taabut, yaitu semacam wadah bagi lauh-lauh Allah tersebut. Dimana bahan, ukuran, maupun bentuk dari Taabut tersebut secara terperinci telah Allah firmankan kepada Nabi Musa as., sebagaimana Allah telah merinci kepada Nabi Nuh as. ihwal wujud dari bahtera yang harus dibuat. Kita mengenal apa yang Allah “tuliskan” pada lauh-lauh Musa as. tersebut sebagai “Sepuluh Perintah Tuhan” (The Ten Commandement) bagi kaum Bani Israil, yang mana uraian dari 10 Firman Hukum tersebut secara terpe...

Dzulhijjah

Dari Ibnu Abbas ra. Rasulullah saw bersabda,.. "Pada hari, di mana Allah mengampuni Nabi Adam as. adalah hari pertama bulan Dzulhijjah, maka siapa shaum pada hari itu, Allah pasti mengampuni segala dosanya. Pada hari kedua Allah mengabulkan do a Nabi Yunus as, hingga ia keluar dari dalam perut ikan besar. Maka siapa shaum pada hari itu, adalah seperti beribadah setahun, bersih dari laku maksiat dalam ibadahnya, tidak sekejap netrapun ia berbuat dosa. Pada hari ketiga, Allah mengabulkan do'a Nabi Zakaria, maka siapa berpuasa pada hari itu, pasti do'anya dikabulkan oleh Allah Swt. Dan pada hari keempat lahirnya Nabi Isa as, maka siapa berpuasa pada hari itu, Allah melenyapkan kesusahan dan kefakirannya, dan kelak di hari Kiamat bersama dengan para perantau yang baik lagi mulia/Safaratul Kiramil Bararah. Dan pada hari kelima Nabi Musa as lahir, maka siapa berpuasa pada hari itu, terbebas dari sifat nifak dan siksa kubur. Pada hari keenam Allah Swt. membuka kebaikan ba...

Pada tempat sepi

Dalam sebuah dialog antara Nabi Musa as dan Iblis, Iblis berkata,.. “Aku peringatkan engkau 3 perkara,.. Jangan engkau pada tempat sepi dengan wanita yang tiada halal bagimu, karena apabila seorang laki-laki berdua-duaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya, maka akulah temannya tanpa teman-temanku. Lalu aku goda laki-laki itu dengan wanita tersebut dan wanita tersebut dengan laki-laki itu.”