Postingan

Menampilkan postingan dengan label Qalb

Mishbah hati

عليكم بالحزن فإنه مصباح القلوب أجيعوا أنفسكم وأظمئوها 'Alaikum bil huzni, fainnahu mishbaahul quluub. Ajii'uu anfusakum wa azhmiuuhaa. Aku wasiatkan kalian: (terbiasalah) dengan kesedihan, karena itu adalah mishbah (lentera) bagi hatimu. Laparkan jiwamu, buat ia haus senantiasa. (Rasulullah Saw, Nahjul Fashahah 666).

Cahaya Iman

"Demikian pula halnya dengan cahaya iman ketika masuk ke dalam hati. Siramannya adalah ilmu tentang Allah. Ketika ilmu tentang Allah semakin bertambah, hati semakin hidup dan rububiyyah-Nya semakin tersingkap. Bajanya adalah amal soleh, yaitu melakukan kebaikan dan menjauhi larangan. Ketika kamu berbuat baik, cahaya amalmu bergabung dengan cahaya makrifat sehingga cahayamu bertambah kuat. Tatkala amal soleh diangkat ke hadirat Allah s.w.t., Dia melihatnya sehingga amal itu bersinar. Amal soleh adalah cahaya. Akarnya berada di hati dan puncaknya berada di sisi Allah s.w.t. Bila puncaknya bercahaya kerana tatapan Allah s.w.t., cahaya itu sampai ke akar. Cahayanya bercampur dengan cahaya makrifat hingga hati menjadi bersih." -- "Adapun yang membuatnya terkena sinaran matahari adalah melepaskan seluruh ikatan syahwat. Jika hawa nafsu telah lenyap dari hati, hati laksana rumah dengan atap terbuka sehingga sinar matahari langsung menerpa pohon di dalamnya. Batang pohon m...

Amal Shaleh

At-Tirmidzi ra. berkata,.. "Amal shaleh adalah cahaya. Akarnya berada di hati dan puncaknya berada di sisi Allah Ta'ala."

Lisan

Rasulullah saw bersabda,.. “Sesungguhnya lidah orang mu’min itu dibelakang hatinya. Apabila ia berkehendak mengatakan sesuatu, niscaya dipahaminya dengan hatinya. Kemudian dilakukannya dengan lidahnya. Dan lidah orang munafiq itu dihadapan hatinya, apabila ia bercita-cita akan sesuatu, niscaya dilakukannya dengan lidahnya dan tidak dipahaminya dengan hatinya.”  (Hr. Al-Kharaithi)

Lisan yang teguh

Anas bin Malik berkata,.. “Rasulullah saw bersabda,.. “Tidaklah berdiri teguh (lurus) iman hamba Allah sebelum berdiri teguh (lurus) hatinya. Dan hatinya tidak berdiri teguh (lurus) sebelum berdiri teguh (lurus) lidahnya. Dan tidak akan masuk surga seseorang yang dimana tetangganya tidak merasa aman dari kejahatannya.” (Hr. Ibnu Abid Dunya)

Cahaya Hikmah

Rasulullah saw bersabda,.. “Cahaya hikmah itu lapar,...  Menjauhkan diri dari pada Allah ‘Azza Wa Jalla itu kenyang.  Mendekatkan diri kepada Allah ‘Azza Wa Jalla itu mencintai orang miskin dan mendekatinya.  Janganlah kamu kenyang, lalu kamu memadamkan cahaya hikmah dari hatimu!..  Orang yang bermalam dalam keadaan ringan dari makanan, maka bermalamlah bidadari sekelilingnya, hingga pagi hari.”  (Hr. Abu Mansur ad-dailami)

Pintu terbuka

Asy Syibli berkata,.. “Kalau aku lapar sehari karena Allah, maka aku melihat pada hatiku pintu terbuka dari hikmah dan i’tibar, yang belum pernah sekali-kali aku melihatnya.”

Cerdiklah hatinya

Rasulullah saw bersabda,.. “Barangsiapa yang melaparkan perutnya, niscaya tinggilah pikirannya dan cerdiklah hatinya.” (Ihya Ullumiddin)

Lapar dan Hati

Rasulullah saw bersabda, “Hidupkanlah hatimu dengan sedikit tertawa dan sedikit kenyang!...  Dan sucikanlah hatimu dengan lapar, n iscaya hati itu bersih dan halus.” (Ihya Ullumiddin)

Yang mematikan Hati

Rasulullah saw bersabda, “Janganlah engkau matikan hati dengan banyak makanan dan minuman!...  Sesungguhnya hati itu seperti tanaman yang akan mati, apabila banyak airnya.” (IU)

Pohon Penyesalan

Abu Yahya Al-Warraq berkata, “Siapa yang merelai anggota-anggota badannya dengan nafsu syahwatnya, maka ia telah menanamkan dalam hati-nya pohon penyesalan.”

Belalai setan

Rasulullah saw bersabda,.. “Sesungguhnya setan itu meletakkan belalainya pada setiap qalb manusia. Apabila manusia itu berdzikir kepada Allah Ta’ala, niscaya setan itu mengendap. Dan jikalau ia melupakan Allah, niscaya setan itu akan menelan qalbnya.” (Hr. Ibnu Abid Dunya)

Jenis Jin dan Manusia

Rasulullah saw bersabda,… “Allah swt menciptakan jin sebanyak tiga jenis.  Jenis pertama, adalah yang berupa seperti ular, kalajengking dan berbagai serangga tanah.  Jenis kedua, adalah yang seperti angin yang menghembus di udara.  Dan jenis ketiga adalah yang berlaku atas mereka pahala dan hukuman. Demikian pula Allah swt menciptakan manusia sebanyak tiga jenis,… Jenis pertama, adalah mereka yang seperti hewan ternak, mereka mempunyai qalb tapi tak dipergunakannya untuk memahami, mereka mempunyai mata tapi tidak dipergunakannya untuk melihat (ayat-ayat Allah), dan mereka mempunyai telinga, tapi tidak dipergunakannya untuk mendengar. Mereka seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi..“ (ref Qs. Al-A’raaf [7]:179). Jenis yang kedua, adalah mereka yang bertubuh manusia, tapi berjiwa setan. Dan jenis yang ketiga, ialah mereka yang berada di dalam naungan Allah Ta’ala –pada hari kiamat kelak- ketika hari yang tak ada naungan padanya selain naungan-Nya.” (...

Dua sentuhan Qalb

Rasulullah saw bersabda,. “Pada hati (qalb) ada dua ‘sentuhan’ (langkah),….  Yang satu dari malaikat, yaitu berupa seruan dengan kebaikan dan pengakuan terhadap Al-haqq. Barangsiapa yang memperoleh demikian, maka hendaklah ia tahu, bahwa itu adalah dari Allah Swt. Dan hendaklah ia memuji Allah!... Dan yang satu langkah adalah dari musuh, berupa seruan dengan kejahatan, pendustaan terhadap Al-Haqq, serta melarang mengerjakan kebaikan. Maka barangsiapa memperoleh yang demikian, maka hendaklah ia berlindung dengan menyertakan Allah dari setan yang terkutuk!...  Kemudian Rasulullah saw membaca firman Allah Ta’ala yang artinya,..  “Setan menakut-nakutimu dengan kemiskinan dan menyuruhmu berbuat fahsya.” (Qs. Al-Baqarah: 268).” (Hr. Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud)

Berjalan sesuai kadar Nur

Rasulullah saw bersabda,.. “Sesungguhnya sebagian dari mereka di berikan nur (cahaya) seperti bukit. Dan sebagiannya lagi lebih kecil dari bukit, sehingga yang penghabisan dari mereka adalah seorang laki-laki yang diberikan nur sebesar ibu jari kedua telapak kakinya. Lalu nur itu sekal-kali bercahaya dan sekal-kali padam. Apabila bercahaya, maka ia mendahulukan kedua telapak kakinya, lalu ia berjalan. Dan apabila padam, maka ia diam berdiri. Dan berjalannya mereka di atas titian shirat adalah menurut qadar nur mereka masing-masing. Di antara mereka ada yang melintas sekejap mata. Di antara mereka ada yang melintas seperti kilat. Diantara mereka, ada yang melintas seperti awan. Di antara mereka ada yang melintas seperti bintang yang jatuh. Dan di antara mereka ada yang melintas seperti kuda yang berlari cepat seperti ketika sedang berada di arena perlombaan. Adapun orang yang diberikan nur sebesar ibu jari telapak kakinya, ia berjalan merangkak di atas wajahnya, kedua tangannya...

Al-Mufariid

Rasulullah saw bersabda,.. “Al-Mufariid-lah yang terdahulu!....” Lalu hadirin bertanya, “Siapakah Al-Mufarrid itu Yaa Rasulullah?...”  Rasulullah saw menjawab: “Mereka yang bergembira dengan mengingat Allah Ta’ala (dzikrullahi-ta’ala). Ingatan (dzikr) yang mereka lakukan itu menghapuskan dosa mereka, sehingga pada hari kiamat mereka tiba dalam keadaan ringan tanpa beban.”  Kemudian Rasulullah saw. melukiskan keadaan mereka, sebagai pengkhabaran dari Allah Ta’ala. Rasulullah saw bersabda,.. “Allah Ta’ala berfirman,… “Lalu Aku tiba dan menghadapi mereka dengan wajahKu,..  Dan tahukah kalian, apa yang Kuberikan kepada orang-orang yang Aku menghadap dengan wajahKu?...”  Kemudian Allah Ta’ala berfirman,… “Yang pertama kali Aku beri ialah Aku simpan nur ke dalam qalb mereka.  Sehingga mereka mengabarkan tentang Aku, sebagaimana Aku mengabarkan tentang mereka.”  (Hr. Bukhari-Muslim, Al Hakim)

4 macam Qalb

Rasulullah saw bersabda… “Qalb itu empat macam,.. - Qalb yang murni, yang didalamnya (terdapat) pelita yang bersinar gemilang, maka itulah qalb-nya al-mu’min,.. - Qalb hitam yang terbalik, tulah qalb-nya orang yang kufur. - Qalb yang terbungkus dan terikat oleh simpul bungkusannya. Itulah qalb-nya orang munafiq. - Dan qalb yang melintang, didalamnya (tersimpan) iman dan nifaq. Perumpamaan iman di dalam qalb itu, adalah seperti tanaman sayur-sayuran yang tumbuh sehat karena disirami air yang thayyib (baik). Dan perumpamaan nifaq di dalam qalb itu, adalah seperti luka (bisul) yang dipenuhi darah dan nanah. Maka yang manakah di antara dua hal tadi yang lebih dominan pada qalb, maka begitulah ia disifati.” (Hr. Ahmad dan Ath-Thabrani)

Qalb diantara dua anak jari Ar-Rahman

Didalam salah satu do’anya Rasulullah saw. pernah memohon,… “Wahai yang membolak-balikkan qalb!..  Tetapkanlah qalbku atas diin (agama)Mu...”. Lalu para sahabat bertanya,..  “Adakah tuan merasa takut,.. Yaa Rasulullah?..” Beliau saw menjawab,..  “Apakah yang menjamin keamanan bagiku?...  Dan qalb itu diantara dua anak jari dari jari Ar-Rahmaan, yang dibolak-balikkanNya menurut kehendakNya.”  (Hr. At-Tirmidzi dari Anas)

Perumpamaan Qalb (2)

Rasulullah saw bersabda,.. “Perumpamaan Qalb itu seperti bulu yang berada di padang pasir yang luas, dibolak-balikkan oleh angin ke atas dan ke-bawah.” (Hr. Ath Thabrani)

Perumpamaan Qalb

Rasulullah saw bersabda,.. “Perumpamaan Qalb itu dalam berbolak-baliknya adalah seperti periuk yang berisi air yang sedang mendidih dengan gelegaknya.”  (Hr. Ahmad)