Postingan

Menampilkan postingan dengan label Jihad

Jihad

Catatan tentang hadits jihad melawan hawa nafsu: #1 Derajat shahih menurut semua ulama hadits أَفْضَلُ الْجِهَادِ أَنْ يُجَاهَدَ الرَّجُلُ نَفْسَهَ وَ هَوَاهُ Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad [berjuang] melawan dirinya dan hawa nafsunya --H.R. Ibnu An-Najjar, Abu Nu’aim dan Ad-Dailami. #2 Derajat dhaif menurut ulama. Namun hadits ini ada beberapa versi, salah satunya dikutip Syeikh Abdul Qadir Al-Jilani dalam Sir Al-Asrar, dan Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin. رَجَعْنَا مِنَ الْجِهَاد...

Semangatlah utk yg manfaat

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bersemangatlah dalam hal yang bermanfaat bagimu. Dan minta tolonglah pada Allah dan janganlah malas. Apabila kamu tertimpa sesuatu, janganlah kamu berkata: ‘Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini atau begitu’, tetapi katakanlah: ‘Qodarollahu wa maa sya’a fa’al’ (Ini telah ditakdirkan oleh Allah dan Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya) karena ucapan’seandainya’ akan membuka (pintu) setan.” (HR. Muslim)

Dzulhijjah 3

Rasulullah SAW bersabda,... "Hari-hari di dunia yang paling utama adalah sepuluh hari (pertama bulan Dzulhijah)." Para sahabat bertanya, "Hari-hari yang dipergunakan (jihad) di jalan Allah juga tidak menandinginya?" Beliau menjawab, "Hari-hari yang dipergunakan di jalan Allah juga tidak mampu menandinginya, kecuali seseorang yang wajahnya terjerembab di dalam debu (gugur di medan jihad hingga wajahnya beralaskan tanah)." (HR. Al-Bazzar dan Ibnu Hibban, dishahihkan oleh syaikh Al-Albani)

Dzulhijjah 2

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهِنَّ أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ هَذِهِ ال...

Jihad - Perang Suci

Wahai Saudaraku, ijinkan saya menceritakan sebuah kisah sehingga anda dapat lebih mudah memahami makna Jihad atau Perang Suci. Ketika Tuhan menciptakan Adam dari tanah, Dia menempatkan amanat besar berupa cahaya yang berasal dari Nur Muhammad di dahi Adam. Tuhan menyatakan bahwa manusia akan bisa memahami hal-hal yang tidak pernah akan bisa dipahami oleh malaikat maupun makhluk-makhluk lainnya. Pemimpin kaum jin (iblis) saat itu memperhatikan dan mendengarkan. Setelah ia mendengar pernyataan Tuhan itu, timbul rasa iri, sombong dan dendam. Sifat-sifat yang timbul itu seketika merubah iblis menjadi setan, ia mulai menentang Tuhan dan menyombongkan diri kepada Adam, "aku lebih mulia dibanding kamu, kamu terbuat dari tanah sedangkan aku dari api. Jika kamu menundukkan diri di hadapanku maka aku akan membantumu, tetapi jika kamu memposisikan lebih tinggi dariku, maka aku akan mencelakakanmu dan membuatmu amat menderita."

Perdagangan secara riba

Rasulullah saw bersabda,... "Jika kamu melakukan perdagangan secara riba, hanya menjadi para peternak dan senang dengan bertani saja serta meninggalkan jihad, maka Allah akan menimpakan kehinaan atasmu. Kamu tidak dapat mencabut kehinaan tersebut hingga kamu kembali kepada Ad-Diinmu."  (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Lapar dan Haus

Rasulullah saw bersabda,.. “Berjihadlah terhadap anfus kalian dengan lapar dan haus. Sesungguhnya pada yang demikian seperti pahala orang yang berjuang fii sabilillah (dalam jalan Allah). Sesungguhnya tiada amal yang paling disukai oleh Allah, selain lapar dan haus.”

Pedang Riyadhah

Yahya bin Mu’adz Ar-Razi berkata,... “Berjuanglah menentang hawa nafsumu dengan pedang riyadhah (latihan)!.. Dan latihan itu diatas empat cara,.. - Yang menguatkan dari makanan, - Memicingkan mata dari tidur,  - Yang perlu dari perkataan dan  - Menahan kesakitan dari semua manusia. Dari sedikit makan, maka terjadilah matinya nafsu syahwat.  Dari sedikit tidur, bersihlah semua kehendak.  Dari sedikit berkata-kata, selamatlah dari segala bahaya.  Dan dari menahan kesakitan sampailah kepada segala tujuan.”

Desakan keinginan

Utsman bin Madh’un berkata kepada Rasulullah saw,.. “Yaa Rasulullah!... Hati-ku mengatakan kepadaku supaya aku menceraikan istri ku Khaulah?..” Lalu Rasulullah saw menjawab,.. “Hati-hati!... Sesungguhnya di antara sunnahku, ialah menikah..” ‘Usman bin Madh’un berkata lagi,… “Hatiku mengatakan kepadaku, supaya aku potong alat syahwatku!..” Nabi saw menjawab,..  “Hati-hati!.. sesungguhnya memutuskan syahwat atas umatku ialah dengan membiasakan berpuasa.” ‘Utsman bin Madh’un berkata lagi,.. “Hatiku mengatakan kepadaku supaya aku menjadi rahib.”  Rasulullah saw menjawab,.. “Hati-hati!..Kerahiban dalam ummatku ialah dengan berjihad dan haji.”  Utsman bin Madh’un berkata lagi,… “Hatiku mengatakan supaya aku meninggalkan makan daging…” Rasulullah saw menjawab,… “Hati-hati!.. Sesungguhnya aku menyukai daging. Jikalau aku memperolehnya, niscaya aku makan. Dan jikalau aku minta pada Allah, niscaya akan diberikanNya untuk kumakan.” (Hr. Tirmidzi)

Upaya setan

Rasulullah saw bersabda,.. “Sesungguhnya setan itu duduk di beberapa jalan (thariq) dalam upayanya mengganggu manusia. Dan ia duduk melakukan gangguan itu dengan thariqat al-Islam (keberserahan diri). Setan itu berkata kepada manusia,.. “Apakah kamu akan berserah diri, dan meninggalkan diin (agama)-mu dan diin nenek moyangmu?...”   Akan tetapi manusia itu kemudian menentang setan itu, dan ia pun berserah diri. Kemudian setan itu duduk mengganggu manusia pada thariqat al-hijrah. Setan itu berkata,…”Apakah kamu akan hijrah, meninggalkan bumi dan langitmu?.” Akan tetapi manusia itu kemudian menentang setan itu, dan ia pun berhijrah. Kemudian, setan itu duduk mengganggu manusia pada thariqat al-jihad. Setan itu berkata,… “Apakah kamu akan berjihad, sedang jihad itu menghilangkan nyawa dan harta?... Apakah kamu akan berperang, lalu kamu terbunuh. Maka istrimu akan dikawini oleh orang lain dan hartamu akan dibagi-bagikan!...” Akan tetapi manusia itu kemudian menenta...

Hijrah dan Jihad

Rasulullah saw bersabda,.. “Orang yang berhijrah ialah orang yang berhijrah (berpindah, meninggalkan) dari keburukan (as-suu’i). Dan orang yang berjihad ialah orang yang melawan hawa nafsunya.” (Hr. ibnu Majah)

Al-Mujahid

Rasulullah saw bersabda,.. “Al-Mujahid (pejuang) ialah orang yang memperjuangkan hawa nafsunya untuk menta’ati Allah ‘Azza Wa Jalla.” (Hr. At-tirmidzi)

Jihad Akbar

Rasulullah saw bersabda kepada suatu khalayak yang datang dari peperangan,.. “Selamat datang bagi kamu sekalian yang datang dari perjuangan yang kecil (al-jihadi-ash-ghar) ke perjuangan yang besar (al-jihadil-akbar).” Lalu ada yang bertanya,.. “Yaa Rasulullah!.. apakah perjuangan yang akbar itu?..” Rasulullah saw menjawab,..  “Berjihad dengan hawa nafsu.” (Ihya Ullumiddin)

Jihad

Ketika Rasulullah saw telah selesai dalam sebuah pertempuran bersama para sahabat-nya. Rasulullah saw kemudian bersabda,.. “Raja’naa minal Jihaadil ash-ghari_ ilal_ jihaadil_akbar.” “Kita telah pulang dari jihad yang kecil kepada jihad yang lebih akbar.” (Hr. Al Baihaqi dari Jabir)

Al-Mujahid

Rasulullah saw bersabda,.. “Al-Mujahid (pejuang) ialah orang yang memperjuangkan hawa nafsunya untuk menta’ati Allah ‘Azza Wa Jalla.”   (Hr. At-tirmidzi)