Rasulullah saw bersabda,.. “Sesungguhnya orang yang berkata-kata dengan suatu perkataan untuk menertawakan teman-teman duduknya, akan jatuh dalam api neraka. Lebih jauh dari bintang surayya.” (ihya Ullumiddin)
Rasulullah saw bersabda,.. “Tidaklah seseorang naik saksi terhadap orang lain dengan kekufuran, melainkan salah seorang dari keduanya mengembalikannya dengan kekufuran, jikalau dia itu kafir.” Maka itu seperti yang disabdakan Nabi saw,.. “Dan jikalau ia bukan kafir, maka ia telah menjadi kafir dengan mengkafirkan orang itu.” (ihya Ullumiddin)
Rasulullah saw bersabda,.. “Tidaklah seorang menuduh seseorang dengan kufur dan tidak menuduhnya dengan fasik, kecuali ia (tuduhan itu) kembali kepadanya, jikalau temannya tidak demikian.” (Hr. Bukhari Muslim)
Adalah Nu’aiman An-Najari meminum khamr. Lalu dihukum dengan pukulan berkali-kali pada majelis Rasulullah saw. maka sebagian sahabat berkata, “Kiranya dia itu dikutuk oleh Allah Ta’ala!.. Alangkah banyaknya yang telah dilakukannya.” Lalu Rasulullah saw menjawab,.. “Janganlah engkau itu menjadi penolong setan terhadap saudaramu.” (Hr. Ibnu Abdil Barr)
Anas berkata,.. “Seorang laki-laki berjalan bersama Rasulullah saw mengendarai keledai. Lalu laki-laki itu mengutuk keledainya. Maka Rasulullah saw bersabda,.. “Wahai Hamba Allah, jangan engkau berjalan bersama kami, diatas keledai yang terkutuk!..” (Ihya Ullumiddin)
Pada suatu riwayat tersebut, “Termasuk dosa terbesar itu, bahwa orang memaki ibu-bapanya?.” Lalu mereka bertanya,... “ Yaa Rasulullah, bagaimana orang memaki ibu bapanya?..” Nabi saw menjawab,.... ”Ia memaki bapak orang lain, lalu orang memaki bapaknya.” (Ihya Ullumiddin)
Ayyadl bin Himmar berkata,.. “Yaa Rasulullah sesungguhnya seorang laki-laki dari kaumku, memaki aku. Dan dia itu derajatnya kurang dari aku. Bolehkah aku memperoleh kemenangan daripadanya?....” Lalu Rasulullah saw bersabda,.. “Dua orang yang bermaki-makian itu keduanya adalah setan, yang menyalak-nyalak dan kacau mengacau.” (IU)
Rasulullah saw bersabda,.. “Sesungguhnya yang lebih aku murkai dan yang lebih jauh tempat duduknya dariku ialah orang-orang yang berbicara melantur kesana kemari, yang berbuat seolah-olah memahami dan yang berbicara yang keluarnya dari rahang (tidak dari hati)." (Ihya Ullumiddin)
Rasulullah saw bersabda,.. “Jagalah dirimu dari api neraka, walaupun dengan sekeping tamar!.. kalau kamu tidak memperolehnya maka dengan perkataan yang baik!..” (Hr. Bukhari)
Ketika itu Nabi Isa as dilewati oleh seekor babi di hadapannya, lalu beliau berkata,.. “Melintaslah dengan selamat!..” Lalu orang bertanya kepadanya,.. “Yaa Ruhullah, engkau katakan yang demikian itu kepada babi?..” Maka Nabi Isa as menjawab,.. “Aku tidak suka membiasakan lidahku dengan yang buruk-buruk.”
Ibnu Abbas ra, berkata,.. “Siapa saja dari makhluk Allah memberi salam kepadamu, maka jawablah salam itu, walaupun ia seorang majusi. Karena Allah Ta’ala berfirman, ”Apabila ada orang yang memberi penghormatan kepadamu, maka balaslah penghormatan itu dengan cara yang lebih baik atau balas yang serupa.” (Qs. [4]: 86). Ibnu Abbas berkata pula,.. “Kalau sekiranya Fir’aun berkata baik kepadaku, niscaya aku balas kepadanya (dengan baik).”
Rasulullah saw bersabda,.. “Bahwa yang pertama-tama diberitahukan kepadaku oleh Tuhanku dan dilarang aku daripadanya, sesudah penyembahan berhala dan meminum khamr, ialah mencaci orang.” (Hr. Ath Thabrani)
Nabi Isa as bersabda,.. “Barangsiapa banyak dustanya niscaya hilang kecantikannya,.... Barangsiapa suka bertengkar dengan orang, niscaya gugur kehormatannya. Barangsiapa yang banyak dukanya,... Niscaya sakit tubuhnya.”