Postingan

Menampilkan postingan dengan label Abdul Qadir Al-Jailani

Dakwah

TIGA TINGKATAN DAKWAH "Serulah ke jalan Rabb-mu dengan _al-hikmah_, _al-mau'izhah al-hasanah_, dan _mujadalah dengan ahsan_…" (QS. An-Nahl: 125). 1. Hikmah: inilah _ilmu al-hal_ yang terdapat di dalam al-lubb, dan ilmu ini hanya dimiliki para *rijal*, seperti sabda Nabi s.a.w.: "Tekad para rijal adalah mencabut gunung-gunung", yang maknanya memusnahkan kekerasan hati manusia. 2. Mauizhah hasanah: merupakan bagian kulit lubb (qaysr al-lubb) yang diampu *ulama lahiriah*. Mereka memiliki kemampuan amar makruf nahi munkar. 3. Mujadalah: marupakan kulit dari kulit ilmu (qasyr al-qasyr) yang diampu para *umara*. Mereka memiliki keadilan lahirian dan siyasah, dan mereka adalah alat pelindung agama. -- Sir Al-Asrar, Sulthan Awliya

Surga

Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya Allah memiliki sebuah surga yang di dalamnya tidak ada bidadari, tidak ada  istana, tidak ada taman, tidak ada madu, dan tidak  ada  susu. Tetapi  di  situ wajah  Allah  ta'ala  dapat dilihat." "Wajah-wajah pada hari itu berseri, kepada Rabb-nya mereka melihat." (QS. Al-Qiyamah: 22-23) -- Sir Al-Asrar, Syeikh Abdul Qadir Al-Jilani

Risalah Al Ghautsiyah

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Segala puji bagi Allah, Sang Penghapus Duka. Shalawat atas manusia terbaik, Muhammad. Berkatalah sang penolong agung, yang terasing dari selain Allah dan amat intim dengan Allah. Allah SWT Berkata : “Wahai penolong agung!” Aku menjawab : “Aku mendengar panggilan-Mu, Wahai Tuhannya si penolong.” Dia Berkata : “Setiap tahapan antara alam Naasut dan alam Malakut adalah syariat; setiap tahapan antara alam Malakut dan Jabarut adalah tarekat; dan setiap tahapan antara alam Jabarut dan alam Lahut adalah hakikat.” 1 Lalu Dia berkata kepadaku : “Wahai penolong agung ! Aku tidak pernah mewujudkan Diri-Ku dalam sesuatu sebagaimana perwujudanKu dalam diri manusia.” Lalu aku bertanya : “Wahai Tuhanku, apakah Engkau memiliki tempat ?”, Maka Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, Akulah Pencipta tempat, dan Aku tidak memiliki tempat.” Lalu aku bertanya : “Wahai Tuhanku, apakah Engkau makan dan minum ?”, Maka Dia Berkata k...

Zakat

Zakat Syariat (zakât asy-syarî'ah) adalah si hamba memberikan sebagian dari hasil usaha duniawinya kepada pihak tertentu (para mustahiq zakat, penj-) pada waktu tertentu setahun sekali dengan nisab yang ditentukan. Zakat Tarekat (zakât ath-tharîqah) adalah si hamba memberikan semua hasil usaha ukhrawinya di jalan Allah kepada orang-orang fakir agama dan miskin ukhrawi. — Sir Al-Asrar, Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani