Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ampunan

Kemenangan

Kemenangan paling agung bagi seorang sufi adalah ketersingkapan hijab jiwa, hati, dan ruh, atau ketersingkapan rahasia-rahasia di dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah. -Syaikh Akbar Ibnu Arabi-

Ampunan

Suatu hari seorang pemuda menemui Rasulullah saw dengan wajah gelisah dan begitu risau. Pemuda itu bertanya kepada Rasulullah saw: "Ya Rasulullah, betulkah segala perbuatan kita yang baik maupun buruk akan dibalas oleh Allah SWT?" Rasulullah tersenyum teduh dan menjawab: “Tentu saja, janji Allah itu pasti. Tiada yang lebih pasti daripada janji-Nya.” “Barangsiapa mengerjakan kebaikan sekecil apa pun, niscaya dia akan mendapat balasannya, dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat balasannya pula.” [QS. Al Zalzalah: 7-8] Melihat wajah pemuda yang semakin risau itu, Rasulullah saw pun bertanya: “Wahai pemuda, apakah gerangan yang membuatmu begitu risau? Dan mengapa kau bertanya demikian?” Pemuda itu pun menjawab dengan suara pelan: "Wahai Rasulullah, aku merisaukan perbuatan-perbuatan dosaku, yang aku pun tak sanggup menghitungnya. Sungguh berbuat dosa itu bisa sangat tak terasa. Aku khawatir akan balasannya ...

Shalat Malam

“Jika telah lewat tengah malam atau sepertiga malam yang akhir, Allah Yang Maha Mulia dan Agung turun kelangit yang paling rendah (langit dunia), lalu berkata: Adakah orang yang meminta kepada-Ku saat ini, pasti akan aku beri, adakah orang yang memohon ampun, pasti aku ampuni, adakah orang yang bertaubat, pasti aku berikan taubat-Ku, adakah orang yang memerlukan-Ku, pasti akan aku penuhi.” Dan itu terjadi setiap malam hingga terbit fajar”. (HR. Bukhari) “فَإِذَا مَضَى ثُلُثُ اللَّيْلِ أَوْ نِصْفُ اللَّيْلِ نَزَلَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّ...

Doa Yunus as.

“Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: “Bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Maha suci Engkau, sesungguhnya aku adalah Termasuk orang-orang yang zalim.” Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (QS. Al Anbiya’: 87-88) ::: Rasululllah saw bersabda,... "Sesungguhnya Yunus as berdoa dengan kalimat-kalimat berikut saat ia berada di dalam perut ikan besar,.. "Ya Allah, Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu mina zhzhaalimiin." (Ya Allah, tidak ada Tuhan selain Engkau, SubhanaKa. Sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim)." Doa Yunus itu kemudian disambut 'Arsy. Selanjutnya para malaikat berkata, "Ya Tuhan kami, terdengar suara samar-samar dari tempat yang sa...

Arafah

Dari Jabir ra. bahwasanya,.. Rasulullah saw bersabda,... "Shaum hari Arafah, aku mengharap Allah menghapuskan dengannya dosa satu tahun sebelumnya dan dosa satu tahun sesudahnya." (HR. Muslim, Tirmidzi, dan Ibnu Majah) مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يَعْتِقَ اللهُ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاه...

Dzulhijjah

فِي أَوَّلِ لَيْلَةٍ مِنْ ذِي الْحِجِّةِ وُلِدَ إِبْرَاهِيمُ : فَمَنْ صَامَ ذلِكَ اليَوْمَ كَانَ كَفَّارَةُ سِتِّينَ سَنَةً. “Pada malam awal bulan Dzulhijah itu dilahirkan Nabi Ibrahim, maka siapa yang shaum pada siang harinya, hal itu merupakan kifarat dosa selama enam puluh tahun” (Lihat, Tadzkirrah al-Maudhu’at, hal. 119) Dalam riwayat l...

Dzulhijjah

Dari Ibnu Abbas ra. Rasulullah saw bersabda,.. "Pada hari, di mana Allah mengampuni Nabi Adam as. adalah hari pertama bulan Dzulhijjah, maka siapa shaum pada hari itu, Allah pasti mengampuni segala dosanya. Pada hari kedua Allah mengabulkan do a Nabi Yunus as, hingga ia keluar dari dalam perut ikan besar. Maka siapa shaum pada hari itu, adalah seperti beribadah setahun, bersih dari laku maksiat dalam ibadahnya, tidak sekejap netrapun ia berbuat dosa. Pada hari ketiga, Allah mengabulkan do'a Nabi Zakaria, maka siapa berpuasa pada hari itu, pasti do'anya dikabulkan oleh Allah Swt. Dan pada hari keempat lahirnya Nabi Isa as, maka siapa berpuasa pada hari itu, Allah melenyapkan kesusahan dan kefakirannya, dan kelak di hari Kiamat bersama dengan para perantau yang baik lagi mulia/Safaratul Kiramil Bararah. Dan pada hari kelima Nabi Musa as lahir, maka siapa berpuasa pada hari itu, terbebas dari sifat nifak dan siksa kubur. Pada hari keenam Allah Swt. membuka kebaikan ba...

Jubah Kehormatan

Malaikat Hafadzah yang biasanya berjalan tak kelihatan di muka dan dibelakangnya, kini kelihatan seperti polisi. Mereka menyeret dan memukulnya dengan tongkat sambil membentak, "Pergi kau, O Anjing, ke kandangmu!!!..." Dia berpaling ke Hadirat Yang Maha Suci, air matanya bercucuran bagai hujan musim gugur. Selain harapan, apalagi yang dia miliki ?... Kemudian dari Tuhan di kerajaan Cahaya datanglah titah... "Katakan kepadanya: "Inilah imbalan bagi orang yang tak pernah berbuat kebajikan, Kau telah melihat catatan hitam perbuatan dosa-dosamu. Apalagi yang kau inginkan?... Mengapa engkau tetap tinggal disitu dalam kesia-siaan?..." Dia menjawab,... "Tuhan,... Engkau lebih mengetahui aku ratusan kali lebih buruk daripada yang telah engkau nyatakan;  Namun dibalik upaya dan tindakanku, dibalik kebaikan dan kejahatanku, serta dibalik iman dan kufurku,  bahkan dibalik hidupku yang lurus maupun menyimpang... sungguh kumohon akan Kasih SayangMu.  Kembali ku...

Datanglah seorang diri

Allah Ta'ala berseru pada hamba-Nya,... “Hendaklah engkau bekerja tanpa melihat pekerjaan itu!... Hendaklah engkau bersedekah tanpa memandang sedekah itu!... Engkau melihat kepada amal perbuatanmu, walau baik sekalipun, tak layak bagiKu untuk memandangnya. Maka janganlah engkau masuk kepada-Ku besertanya! Sesungguhnya, Jika engkau mendatangi-Ku berbekal amal perbuatanmu, maka akan Aku sambut dengan penagihan dan perhitungan. Jika engkau mendatangi-Ku berbekal ilmu, maka akan Aku sambut dengan tuntutan!... Dan jika engkau mendatangi-Ku dengan ma’rifat, maka sambutan-Ku adalah hujjah, padahal hujjah-Ku pastilah tak terkalahkan. Hendaklah engkau singkirkan pilihan (ikut mengatur dan menentukan kehendak-Nya untuk dirimu), pasti akan Aku singkirkan darimu tuntutan. Hendaklah engkau tanggalkan ilmumu, amalmu, ma’rifat-mu, sifatmu dan asma (nama) mu dan segala yang ada (ketika mendatangi-Ku), supaya engkau bertemu dengan Aku seorang diri. Bila engkau menemui-Ku, dan m...

'Aql dan al-yaqin

Rasulullah saw bersabda,... ”Tidak ada anak Adam kecuali ia mempunyai dosa. Tetapi orang yang nalurinya itu ‘aql dan sifatnya al-yaqin maka dosa-dosanya itu tidak membahayakannya karena setiap kali ia berdosa maka ia pun bertaubat, senantiasa memohon ampunan dan menyesal. Maka terhapuslah semua dosanya dan tinggallah baginya keutamaan, yang dimana ia pun memasuki surga dengan keutamaan itu.”  Hr. At Tirmidzi.

Tanda bertaubat

Seseorang bertanya kepada Rabi'ah al 'Adawiyah,... "Aku telah sering berbuat dosa dan menjadi semakin tidak taat. Tetapi, apabila aku bertaubat, akankah Allah mengampuninya?..." Rabi'ah menjawab,... "Tidak. Tetapi apabila Dia mengampunimu, maka engkau akan bertaubat."

Anak Kucing

Diceritakan, suatu waktu Ibn Asakir bermimpi bertemu dengan Asy-Syibli. Kemudian dia bertanya, apa yang telah Allah Ta'ala perbuat terhadap Asy-Syibli. Asy-Syibli berkata,... "Allah Ta'ala menyuruhnya berdiri di sisi-Nya, kemudian Dia bertanya, ‘Dengan apa Kuampuni dosa-dosamu, wahai Syibli ’...  ‘Dengan sebab amal salehku,” jawab Syibli. ‘Bukan,..” tegas Allah . ‘Dengan sebab ikhlasku dalam beribadah.”  ‘Juga bukan.”  ‘Dengan sebab haji, puasa serta salatku.”  ‘Aku tidak mengampuni dengan sebab semua itu,” jawab Allah. ‘Kalau begitu dengan sebab hijrahku ke golongan para solihin.”  ‘Juga bukan.”  ‘Dengan Doaku atau zikirku.”  ‘Bukan,” jawab Allah. Karena semua jawaban itu bukan, maka Syibli bertanya kepada Allah. Lalu Allah Ta'ala menjawab, lantaran aku pernah menolong anak kucing yang sedang menggigil kedinginan pada musim salju di lorong kota Bagdad. Memang saat itu anak kucing itu kupungut dengan penuh kasih sayang dan kumasukan...

Do'a Lailatul Qadr

Dari Aisyah ra. berkata,.. "Saya berkata: "Ya Rasulullah, bagaimanakah pendapat Tuan, jikalau saya mengetahui pada malam apa tibanya lailatul qadar itu, apakah yang harus saya ucapkan pada malam itu?..." Beliau s.a.w. menjawab, "Ucapkanah: اللَّـهُـمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ تُـحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي Allhumma innaka 'affuwun tuhibbul'afwa fa'fu'anni "Yaa Allah, sesungguhnya Engkau adalah Yang Maha Pemaaf, Yang Mencintai kepemaafan, maka maafkanlah diriku." (Hr. At-Tirmidzi)

Yang diampuni

Rasululllah saw bersabda,.. “Sukakah kalian, jika aku beritakan kepada kalian tentang ucapan Allah Ta’ala yang pertama diucapkan kepada al-mukminin di hari kiamat, dan perkataan apa yang mula-mula mereka ucapkan kepada-Nya. Sesungguhnya Allah Ta’ala bertanya kepada al-mukminin,.. “Apakah kalian senang bertemu denganKu!...” Mereka menjawab, “Benar Ya Rabb kami!...” Allah Ta’ala pun bertanya, “Mengapa?..” Mereka menjawab,..“Kami berharap akan maafMu dan ampunanMu.” Allah swt pun kemudian berfirman,…“Aku pasti memaafkan dan mengampuni kalian.” (Hr. Ath Thabrani)

Do'a mohon pengampunan

“Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, yang tiada Tuhan pantas disembah melainkan Engkau yang telah menciptakan diriku. Aku adalah hamba-Mu, dan aku berada dalam perintah dan perjanjian-Mu, yang dengan segala kemampuanku perintah-Mu aku laksanakan. Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejelekan yang aku perbuat terhadap-Mu. Engkau telah mencurahkan nikmat-Mu kepadaku, sementara aku senantiasa berbuat dosa. Maka ampunilah dosa-dosaku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau.” (Hr.Imam Bukhari dan Muslim)

Sepertiga Malam

Dari Abu Hurairah ra,, Rasulullah saw bersabda,.. “Allah Ta'ala turun ke langit dunia pada setiap malam pada sepertiga malam terakhir. Allah Ta'ala lalu berfirman,.. “Siapa yang memohon kepadaKu,  Niscaya Aku kabulkan!.. Siapa yang meminta kepadaKu,  Niscaya Aku beri!..  Siapa yang meminta ampun kepada-Ku, tentu Aku ampuni.” Demikianlah keadaannya hingga terbitnya fajar.” (Hr. Bukhari Muslim )

Keinginan

Rasulullah saw bersabda,.. “Siapapun yang ingin (berhasrat) akan sesuatu keinginan, lalu (ia) menolak akan keinginannya dan (lebih) mengutamakan orang lain dengan keinganan itu daripada dirinya, niscaya diampunkan oleh Allah akan dosanya.”  (Hr. Ibnu Hubban)

3 macam anak Adam

Wahib bin Al-Warid berkata,.. “Telah sampai kepada kami ceritera, bahwa Iblis menyerupakan diri seperti manusia di hadapan Nabi Yahya as, lalu berkata,.. “Aku bermaksud menasehatimu..” Nabi Yahya as menjawab,.. “Aku tidak memerlukan nasehatmu. Akan tetapi terangkanlah kepadaku tentang anak Adam!.. “ Lalu Iblis menjawab,.. “Mereka pada kami tiga macam.  Semacam dari mereka itu adalah macam yang sangat sulit kepada kami.  Kami hadapi salah seorang dari mereka, sehingga kami fitnahkan dia dan kami berketetapan padanya.  Lalu ia berlindung dengan pembacaan istighfar dan taubat.  Maka rusaklah semua yang telah kami peroleh daripadanya. Kemudian kami kembali lagi kepadanya, lalu ia pun kembali kepada istighfar dan taubat. Kami tidak berputus asa daripadanya dan kami tidak memperoleh hajat kami daripadanya.  Kami hanya payah saja menghadapinya. Yang semacam lagi, mereka itu dalam tangan kami, seperti bola dalam tangan anak-anakmu. Kami bolak-bal...

Permohonan Nabi Adam as. dan Iblis

Jabir Bin Andullah meriwayatkan, “Bahwa Nabi Adam as. tatkala turun ke bumi, beliau berdo’a,.. “Yaa Rabbku!.. Iblis ini yang Engkau jadikan permusuhan diantaraku dan dia. Jikalau Engkau tidak menolong aku, niscaya aku tiada sanggup menghadapinya!...”  Allah Ta’ala berfirman,.. “Apabila engkau melahirkan anak, maka diwakilkan seorang malaikat kepadanya.” Nabi Adam as berdo’a kembali,..  “Yaa Rabbku, tambahkanlah kepadaku!..” Allah Ta’ala berfirman,  “Aku balas satu kejahatan dengan satu.  Dan satu perbuatan kebaikan, Aku balas 10, sampai sebanyak yang Aku kehendaki.” Nabi Adam as berdoa lagi,.. “Yaa Rabbku, tambahkanlah kepadaku!..” Allah Ta’ala berfirman,..  “Pintu taubat itu terbuka, selama masih ada nyawa dalam badan.” Dan kemudian Iblis berdo’a,.. “Yaa Rabbku, hambaMu itu yang Engkau muliakan terhadap aku, jikalau tidak Engkau menolong aku terhadapnya, niscaya aku tidak sanggup menghadapinya.” Allah Ta’ala berfirman,.. “Apabi...

Hubungan

Dari Abdurrahman Al-Jumahy. beliau mendengar Rasulullah saw bersabda,.. “Sesungguhnya siapa yang memperbaiki hubungan antara dirinya dengan Allah, maka Allah mencukupkan (memperbaiki) hubungan antara dirinya dengan manusia. Yang demikian itu karena Allahlah yang membuat keputusan diantara manusia dan mereka tidak dapat membuat keputusan atas dirinya, karena Allah berkuasa atas manusia dan mereka tidak berkuasa atas dirinya.”   (KR. 121)