Postingan

Menampilkan postingan dengan label Iman

Iman dan Lebah

“Perumpamaan orang beriman itu bagaikan lebah. Ia makan yang bersih, mengeluarkan sesuatu yang bersih, hinggap di tempat yang bersih dan tidak merusak atau mematahkan (yang dihinggapinya).” (Ahmad, Al-Hakim, dan Al-Bazzar)

Cahaya Iman

"Demikian pula halnya dengan cahaya iman ketika masuk ke dalam hati. Siramannya adalah ilmu tentang Allah. Ketika ilmu tentang Allah semakin bertambah, hati semakin hidup dan rububiyyah-Nya semakin tersingkap. Bajanya adalah amal soleh, yaitu melakukan kebaikan dan menjauhi larangan. Ketika kamu berbuat baik, cahaya amalmu bergabung dengan cahaya makrifat sehingga cahayamu bertambah kuat. Tatkala amal soleh diangkat ke hadirat Allah s.w.t., Dia melihatnya sehingga amal itu bersinar. Amal soleh adalah cahaya. Akarnya berada di hati dan puncaknya berada di sisi Allah s.w.t. Bila puncaknya bercahaya kerana tatapan Allah s.w.t., cahaya itu sampai ke akar. Cahayanya bercampur dengan cahaya makrifat hingga hati menjadi bersih." -- "Adapun yang membuatnya terkena sinaran matahari adalah melepaskan seluruh ikatan syahwat. Jika hawa nafsu telah lenyap dari hati, hati laksana rumah dengan atap terbuka sehingga sinar matahari langsung menerpa pohon di dalamnya. Batang pohon m...

Keutamaan 'aql

Rasulullah saw bersabda,... “Tidak adalah usaha seseorang seperti keutamaan ‘aql, yang senantiasa memberi petunjuk dan yang menariknya dari jalan yang hina. Tidak sempurnalah iman seseorang dan tidak berdiri tegak agamanya sebelum ‘aql-nya itu sempurna.”  (Hr. Ibnul Mahbar)

Orang yang ber'aql

Rasulullah saw bersabda,... “Sesungguhnya orang yang ber’aql ialah orang yang beriman billah, membenarkan rasul-rasul Allah dan melakukan amalan atas dasar keta’atan kepada Allah.”  Hr. Ibnul Mahbar.

Makian orang mu'min

Rasulullah saw bersabda,... “Makian orang mu’’min itu kefasikan dan pembunuhannya itu kufur.” (Hr. Bukhari, Muslim)

Yang mu'min

Rasulullah saw bersabda,.. “Tidaklah orang mu’min itu pencela, pengutuk, pembuat perbuatan fahsya dan berlidah kotor.”  (Hr. At Tirmidzi)

Meninggalkan perbantahan

Rasulullah saw bersabda,.. “Tidak akan sempurna hakikat iman bagi seorang hamba, sebelum ia meninggalkan perbantahan, walaupun ia dipihak yang benar.”  (Hr. Ibnu Abid Dunya)

Haqiqat keimanan

Rasulullah saw bersabda,.. "Sesungguhnya setiap sesuatu memiliki haqiqat.  Dan seorang hamba masih belum mencapai haqiqat keimanan, hingga mengetahui (bahwa) hal yang menimpa dirinya bukanlah suatu kekeliruan, dan yang meleset darinya bukanlah hal yang seharusnya menimpa dirinya.'  (Hr. Ahmad, ma121)

Amal Shaleh

At-Tirmidzi ra. berkata,.. "Amal shaleh adalah cahaya. Akarnya berada di hati dan puncaknya berada di sisi Allah Ta'ala."

Perkataan yang baik atau diam

Rasulullah saw bersabda,.. “Barangsiapa beriman dengan Allah dan Hari Akhirat, maka hendaklah ia berkata yang baik atau ia diam.” (Hr. Bukhari)

Anak Panah Iblis

Rasulullah saw bersabda,.. “Memandang (wanita) itu adalah anak panah beracun dari panah Iblis. Siapa yang meninggalkannya karena takut kepada Allah Ta’ala, niscaya ia di anugerahi oleh Allah Ta’ala keimanan yang didapatinya manis di dalam hatinya.” (Ihya Ullumiddin)

Cahaya Hikmah

Rasulullah saw bersabda,.. “Cahaya hikmah itu lapar,...  Menjauhkan diri dari pada Allah ‘Azza Wa Jalla itu kenyang.  Mendekatkan diri kepada Allah ‘Azza Wa Jalla itu mencintai orang miskin dan mendekatinya.  Janganlah kamu kenyang, lalu kamu memadamkan cahaya hikmah dari hatimu!..  Orang yang bermalam dalam keadaan ringan dari makanan, maka bermalamlah bidadari sekelilingnya, hingga pagi hari.”  (Hr. Abu Mansur ad-dailami)

Iman dan Kufur

Abud Darda’ berkata,.. “Aku mendengar Rasulullah saw bersabda,..  “Yang mula-mula diletakkan dalam neraca (tempat timbangan amal) ialah akhlak yang baik dan kemurahan hati. Tatkala Allah Ta’ala telah menjadikan iman, lalu iman itu berdo’a,.. ”Yaa Allah yaa Tuhanku!.. Kuatkanlah aku!..”  Lalu Allah menguatkannya dengan kebagusan akhlak dan kemurahan hati. Tatkala Allah Ta’ala menjadikan kufur, lalu kufur itu berdo’a,.. “Yaa Allah ya Tuhanku!.. kuatkanlah aku!..” lalu dikuatkannya dengan kekikiran dan keburukan akhlak.” (Ihya Ullumiddin)

Yang bersekutu

Abu Hurairah berkata,... “Telah bertemu setan orang mu’min dengan setan orang yang kufur. Setan orang kufur itu berminyak rambutnya, gemuk dan berpakaian, sedang setan orang yang mu’min itu kurus, tidak teratur rambutnya, berdebu dan telanjang.” Lalu setan orang kufur bertanya kepada setan orang yang mu’min, “Mengapa kamu kurus?..” Setan orang mu’min menjawab,.. “(Ketika ia makan, ia membaca asma) Allah (membaca bismillah), maka senantiasalah aku lapar. Apabila ia minum ia menyebut asma Allah, maka senantiasalah aku haus. Apabila ia berpakaian, ia menyebut asma Allah, maka senantiasalah aku dalam keadaan telanjang. Apabila ia memakai minyak rambut, ia menyebut asma Allah, maka senantiasalah rambutku tidak teratur.” Lalu setan orang yang kufur itu berkata,.. “Tetapi aku bersama seorang laki-laki yang tidak berbuat sesuatupun dari yang demikian. Aku bersekutu dengan dia pada makanannya, minumannya dan pakaiannya.”

Siapakah yang menjadikanmu?...

Rasulullah saw bersabda,.. “Sesungguhnya setan itu datang kepada salah seorang dari kalian. Lalu ia bertanya, “Siapakah yang menjadikanmu?...” Maka salah seorang dari kalian menjawab, “Allah Yang Maha Berkah lagi Yang Maha Tinggi…”. Lalu setan itu bertanya lagi,.. “Siapakah yang menjadikan Allah?...” Apabila salah seorang dari kalian menjumpai yang demikian, maka hendaklah ia menjawab,.. “Aku beriman dengan Allah dan RasulNya…”.Maka dengan demikian, setan itu pergi daripadanya..”  (Hr. Ahmad, Bukhari)

Berjalan sesuai kadar Nur

Rasulullah saw bersabda,.. “Sesungguhnya sebagian dari mereka di berikan nur (cahaya) seperti bukit. Dan sebagiannya lagi lebih kecil dari bukit, sehingga yang penghabisan dari mereka adalah seorang laki-laki yang diberikan nur sebesar ibu jari kedua telapak kakinya. Lalu nur itu sekal-kali bercahaya dan sekal-kali padam. Apabila bercahaya, maka ia mendahulukan kedua telapak kakinya, lalu ia berjalan. Dan apabila padam, maka ia diam berdiri. Dan berjalannya mereka di atas titian shirat adalah menurut qadar nur mereka masing-masing. Di antara mereka ada yang melintas sekejap mata. Di antara mereka ada yang melintas seperti kilat. Diantara mereka, ada yang melintas seperti awan. Di antara mereka ada yang melintas seperti bintang yang jatuh. Dan di antara mereka ada yang melintas seperti kuda yang berlari cepat seperti ketika sedang berada di arena perlombaan. Adapun orang yang diberikan nur sebesar ibu jari telapak kakinya, ia berjalan merangkak di atas wajahnya, kedua tangannya...

Al-Mufariid

Rasulullah saw bersabda,.. “Al-Mufariid-lah yang terdahulu!....” Lalu hadirin bertanya, “Siapakah Al-Mufarrid itu Yaa Rasulullah?...”  Rasulullah saw menjawab: “Mereka yang bergembira dengan mengingat Allah Ta’ala (dzikrullahi-ta’ala). Ingatan (dzikr) yang mereka lakukan itu menghapuskan dosa mereka, sehingga pada hari kiamat mereka tiba dalam keadaan ringan tanpa beban.”  Kemudian Rasulullah saw. melukiskan keadaan mereka, sebagai pengkhabaran dari Allah Ta’ala. Rasulullah saw bersabda,.. “Allah Ta’ala berfirman,… “Lalu Aku tiba dan menghadapi mereka dengan wajahKu,..  Dan tahukah kalian, apa yang Kuberikan kepada orang-orang yang Aku menghadap dengan wajahKu?...”  Kemudian Allah Ta’ala berfirman,… “Yang pertama kali Aku beri ialah Aku simpan nur ke dalam qalb mereka.  Sehingga mereka mengabarkan tentang Aku, sebagaimana Aku mengabarkan tentang mereka.”  (Hr. Bukhari-Muslim, Al Hakim)

5 kesulitan orang mukmin

Rasulullah saw bersabda,.. “Orang mu’min itu diantara 5 kesulitan,... Orang mu’min sendiri yang dengki kepadanya, orang munafik yang marah kepadanya, orang kufur yang memeranginya, setan yang menyesatkannya dan hawa nafsu yang bertengkar dengan dia.”  (Hr. Abu Bakar bin Bilal dari Anas)