Postingan

Menampilkan postingan dengan label Aqidah

Taklif dan Al-Balwa

Dituturkan pada zaman awal kenabian bahwa seseorang dari generasi awal (al-mutaqaddimun), yang diturunkan wahyu kepada mereka, memikirkan taklif dan ujian (al-balwa). Belum tampak baginya aspek hikmah dalam hal itu. Allah Ta’ala memerintahkan kepadanya agar ia merenungkanNya dan hamba-hambaNya. Maka ia pun mulai bermunajat kepada Tuhannya, dalam khalwatnya dengan batin dan lisannya. Ia berkata,.. ”Wahai Tuhanku,  Engkau ciptakan aku,  tetapi Engkau tidak berkonsultasi denganku.  Kemudian, Engkau matikan aku,  tetapi Engkau tidak bermusyawarah denganku.  Engkau memerintahku dan melarangku,  tetapi Engkau tidak mencenderungkanku.  Engkau kuasakan atasku hawa nafsu yang membinasakan  dan setan yang menyesatkan.  Engkau turutkan dalam diriku syahwat-syahwat (keinginan) yang terpancang. Engkau jadikan diantara kedua mataku dunia terhias.  Kemudian, Engkau takutkan padaku,  dan Engkau merintangiku (untuk memperolehnya) dengan janji ...

Datanglah seorang diri

Allah Ta'ala berseru pada hamba-Nya,... “Hendaklah engkau bekerja tanpa melihat pekerjaan itu!... Hendaklah engkau bersedekah tanpa memandang sedekah itu!... Engkau melihat kepada amal perbuatanmu, walau baik sekalipun, tak layak bagiKu untuk memandangnya. Maka janganlah engkau masuk kepada-Ku besertanya! Sesungguhnya, Jika engkau mendatangi-Ku berbekal amal perbuatanmu, maka akan Aku sambut dengan penagihan dan perhitungan. Jika engkau mendatangi-Ku berbekal ilmu, maka akan Aku sambut dengan tuntutan!... Dan jika engkau mendatangi-Ku dengan ma’rifat, maka sambutan-Ku adalah hujjah, padahal hujjah-Ku pastilah tak terkalahkan. Hendaklah engkau singkirkan pilihan (ikut mengatur dan menentukan kehendak-Nya untuk dirimu), pasti akan Aku singkirkan darimu tuntutan. Hendaklah engkau tanggalkan ilmumu, amalmu, ma’rifat-mu, sifatmu dan asma (nama) mu dan segala yang ada (ketika mendatangi-Ku), supaya engkau bertemu dengan Aku seorang diri. Bila engkau menemui-Ku, dan m...

Dalam sangkaan hamba

Dari Abu Hurairah ra. beliau berkata: Rasulullah saw, bersabda: “Berfirman Allah Yang Maha Agung lagi Maha Luhur,.. “Aku berada dalam sangkaan hamba-Ku tentang Aku, dan Aku bersamanya ketika ia menyebutKu.  Bila ia menyebut Aku dalam di dalam dirinya, Aku menyebut dia dalam DiriKu.  Bila ia menyebut Aku dalam khalayak,  Aku menyebut dia dalam khalayak yang lebih baik dari itu.  Bila ia mendekat padaKu satu jengkal,  Aku mendekat kepadanya satu hasta,  Bila ia mendekat kepada-Ku satu hasta, Aku mendekatnya satu depa. Bila ia datang kepadaKu berjalan kaki,  Aku datang kepadanya dengan berlari.” (Hr. Bukhari, Muslim, Ibn Majah, at-Tirmidzi, Ibn Hanbal)

Kebagusan Akhlak

Abu Sa’id Al-Kharraz berkata,.. “Kebagusan akhlak itu ialah tidak ada cita-citamu, selain Allah Ta’ala.”

Jagalah Allah

Dari Abul Abbas Abdullah bin Abbas ra. berkata, “Suatu hari aku berada di belakang Rasulullah saw, lalu beliau saw bersabda kepadaku,... “Wahai anak muda,.. Akan kuajarkan kepadamu beberapa hal,... Jagalah Allah, niscaya Allah menjagamu. Jagalah Allah niscaya engkau dapatkan Dia ada dihadapanmu. Jika engkau memohon, maka mohonlah kepada Allah. Jika engkau meminta tolong, mintalah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah,... Jika ummat ini berkumpul untuk memberikan manfaat kepadamu dengan sesuatu, niscaya mereka tidak akan dapat memberi manfaat kecuali dengan sesuatu yang telah ditetapkan Allah bagimu. Dan sekiranya mereka berkumpul untuk menim-bulkan mudharat kepadamu dengan sesuatu, niscaya mereka tidak dapat memberimu mudaharat kecuali dengan sesuatu yang telah ditetapkan Allah atas dirimu.”  (Hr. Tirmidzi)

Hubungan

Dari Abdurrahman Al-Jumahy. beliau mendengar Rasulullah saw bersabda,.. “Sesungguhnya siapa yang memperbaiki hubungan antara dirinya dengan Allah, maka Allah mencukupkan (memperbaiki) hubungan antara dirinya dengan manusia. Yang demikian itu karena Allahlah yang membuat keputusan diantara manusia dan mereka tidak dapat membuat keputusan atas dirinya, karena Allah berkuasa atas manusia dan mereka tidak berkuasa atas dirinya.”   (KR. 121)

Mengadu sakit

Rasulullah saw bersabda,.. “Termasuk dari pengagungan Allah dan mengetahui haqqNya ialah bahwa engkau tidak adukan kesakitan engkau dan tidak engkau sebutkan musibah engkau.”  (Hr., Ibnu Abid Dunya)

Rahmat

Allah Ta’ala berfirman,… “RahmatKu mendahului kemurkaanKu.” (Hr. Muslim)

Ampunan dan Keadilan Allah Ta'ala

Fudlail bin Iyadl ra. berkata,… “Allah Ta’ala berfirman,… “Berilah berita gembira kepada orang-orang yang berdosa, bahwa mereka itu jikalau bertaubat, niscaya Aku menerima taubatnya. Berilah peringatan kepada orang-orang yang benar bahwa Aku, jikalau Aku letakkan kepada mereka keadilanKu, niscaya Aku azabkan mereka.”

Yang mengampuni dosa

Seorang lelaki datang kepada seorang abid dari kaum bani israil. lalu laki-laki tadi menginjakkan telapak kakinya atas leher si abid tersebut yang sedang bersujud. Lalu si abid itu berkata,…  “Angkatlah kakimu!.. Demi Allah.. Allah tidak akan mengampunkan dosamu.”  Maka Allah Ta’ala menurunkan wahyu kepadanya dengan firmanNya,.. “Hai orang yang bersumpah kepada-Ku!... Bahkan engkau yang tidak diampunkan oleh Allah akan dosa engkau.” (Hr. Abu Daud)

Kemunafikan

Rasulullah saw bersabda,.. “Berlindunglah dengan menyertakan Allah dari khusyuknya kemunafikan.”   (Hr. Baihaqi)

Riya

Qatadah bin Da’amah Al-Bashari berkata,.. ”Apabila hamba itu berbuat ria, maka Allah Ta’ala berfirman,.. “Lihatlah kepada hambaKu, yang mempermain-mainkan Aku!..” (Ihya UIlmuddin)

Tanda dari Allah

Zaidul Khail berkata kepada Rasulullah saw,… “Aku datang untuk bertanya kepada engkau akan tanda dari Allah bagi orang yang menghendakiNya. Dan tanda dariNya atas orang yang tidak menghendakiNya?....”  Maka Nabi saw menjawab,… “Bagaimana keadaanmu?..”  Zaidul Khail menjawab,… “Keadaanku ialah mencintai kebajikan dan orang yang mengerjakan kebajikan. Apabila aku sanggup atas sesuatu daripadanya niscaya aku bersegera mengerjakannya. Dan aku yakin dengan pahalanya. Dan apabila luput bagiku akan sesuatu daripadanya, niscaya menggundahkan aku dan aku rindu kepadanya.”  Maka Nabi saw bersabda,… “Itulah alamat (tanda dari) Allah pada siapa yang dikehendakiNya. Jikalau Ia menghendaki engkau bagi yang lain, niscaya disiapkanNya engkau baginya. Kemudian Ia tidak menghiraukan pada lembah-lembah yang mana engkau menjadi binasa.”  (Hr. Thabrani)

Yang Faqih akan Ad-Diin

أَلا أنبَئِّكُمْ بِاْلفَقِيْهِ كُلَّ الْفَقِيْهِ  قَالُوا بلَىَ -  قاَلَ مَنْ لَمْ يَقْنُطِ النَّاسُ مِنْ رَحْمَةِ الله -  وَلَمْ يُؤْمِنْهُمْ مِنْ مَكَرِ الله -  وَلَمْ يُؤَيْسِهِمْ مِنْ رُوْحِ الله -  وَلمَ يَدَعِ الْقُرْآن َرَغْبَةً عَنْهُ إِلَى مَا سِوَاهُ Rasulullah saw bersabda,.. “Maukah aku beritakan kepadamu tentang seorang yang faqih yang sebenar-benarnya faqih (pandai dalam beragama)?…”.  Mereka menjawab: “Ya….” Beliau saw bersabda,… “Orang yang tidak putus asa dari rahmat Allah, ia merasa tidak aman dari tipu daya Allah, ia tidak putus asa dari kelapangan Allah, dan tidak meninggalkan Al-Qur’an karena kegemarannya kepada yang lain.”  (Hr. Ibnu Abdil Barr)