Postingan

Menampilkan postingan dengan label Nabi Isa as.

Jaga Pandangan

Nabi Isa as bersabda, “Jagalah pandangan!.. Karena pandangan itu menanamkan nafsu syahwat dalam hati dan cukuplah dengan itu menjadi fitnah.”

Kebiasaan perkataan Nabi Isa as

Ketika itu Nabi Isa as dilewati oleh seekor babi di hadapannya, lalu beliau berkata,.. “Melintaslah dengan selamat!..” Lalu orang bertanya kepadanya,.. “Yaa Ruhullah, engkau katakan yang demikian itu kepada babi?..” Maka Nabi Isa as menjawab,..  “Aku tidak suka membiasakan lidahku dengan yang buruk-buruk.”

Dusta dan pertengkaran

Nabi Isa as bersabda,.. “Barangsiapa banyak dustanya niscaya hilang kecantikannya,.... Barangsiapa suka bertengkar dengan orang, niscaya gugur kehormatannya. Barangsiapa yang banyak dukanya,... Niscaya sakit tubuhnya.”

Hati yang melihat Tuhan

Nabi Isa as bersabda,.. “Wahai para murid!... Laparkanlah perutmu, semoga hatimu melihat Tuhanmu!..” (IU)

Yang mendidik Nabi Isa as.

Orang bertanya kepada Nabi Isa as. “Siapakah yang mendidik engkau?..” Nabi Isa as menjawab, “Tidak ada seorangpun yang mendidikku. Aku melihat kebodohan orang bodoh itu sebagai suatu kekurangan, maka aku jauhkan kebodohan itu (dari diriku).”

Berbantal dengan batu

Diriwayatkan bahwa Nabi Isa as. pada suatu hari berbantal dengan batu. Lalu lewatlah Iblis, seraya berkata,  “Wahai Isa!.. Engkau suka pada dunia!..” Maka Nabi Isa as mengambil batu itu, dan melemparkan Iblis tadi dari bawah kepalanya, seraya berkata,  “Ini untukmu bersama dunia!..”

Ketergesa-gesaan dan memandang enteng sebuah pekerjaan

Diriwayatkan bahwa ketika Isa putera Maryam as. dilahirkan datanglah setan-setan kepada Iblis. Kemudian mereka berkata,…  “Patung-patung berhala telah terjungkir balik kepalanya.” Iblis menjawab,…  “Ini adalah suatu (pertanda) dari sebuah kejadian yang telah terjadi. Tetaplah kalian pada tempat kalian.” Lalu Iblis itu terbang sehingga sampai kedua ufuk bumi. Ia tidak memperoleh apa-apa. Kemudian ia mendapati Isa as. telah lahir dan para malaikat mengelilinginya. Lalu Iblis itu kembali kepada setan-setan tadi, seraya berkata,…  “Sesungguhnya seorang Nabi telah lahir kemarin. Tidak ada seorangpun wanita yang mengandung dan melahirkan, melainkan aku hadir kepadanya, kecuali ini. Maka putuslah kiranya harapanmu bahwa patung-patung berhala itu akan disembah orang sesudah malam ini. Akan tetapi datangilah anak Adam dari pihak tergesa-gesa dan memandang enteng terhadap sesuatu pekerjaan!..”

Buah ma'rifat

Diriwayatkan ketika itu Nabi Isa as. berlalu dihadapan seorang lelaki yang buta, yang berpenyakit sopak, tua bangka, kedua lembungnya lumpuh dan dagingnya sudah melepuh berguguran karena penyakit kusta. Lelaki tersebut kemudian berucap,..  “Segala puji bagi Allah,… Yang mendatangkan sehat wal’afiat bagiku,.. Dari apa yang diujikanNya akan kebanyakan makhlukNya.” Nabi Isa as lalu berkata kepada orang itu,.. “Wahai orang ini!.. Manakah sesuatu dari ujian yang aku lihat tersingkir daripadamu?..” Lelaki itu menjawab,..“Wahai Ruh Allah!.. Aku lebih baik dari orang yang tidak dijadikan oleh Allah dalam hatinya, apa yang dijadikanNya dalam hatiku akan ma’rifat kepadaNya.” (Ihya Ullumiddin)