Postingan

Menampilkan postingan dengan label Shaum

Arafah

Dari Jabir ra. bahwasanya,.. Rasulullah saw bersabda,... "Shaum hari Arafah, aku mengharap Allah menghapuskan dengannya dosa satu tahun sebelumnya dan dosa satu tahun sesudahnya." (HR. Muslim, Tirmidzi, dan Ibnu Majah) مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يَعْتِقَ اللهُ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاه...

Dzulhijjah

فِي أَوَّلِ لَيْلَةٍ مِنْ ذِي الْحِجِّةِ وُلِدَ إِبْرَاهِيمُ : فَمَنْ صَامَ ذلِكَ اليَوْمَ كَانَ كَفَّارَةُ سِتِّينَ سَنَةً. “Pada malam awal bulan Dzulhijah itu dilahirkan Nabi Ibrahim, maka siapa yang shaum pada siang harinya, hal itu merupakan kifarat dosa selama enam puluh tahun” (Lihat, Tadzkirrah al-Maudhu’at, hal. 119) Dalam riwayat l...

Dzulhijjah

Dari Ibnu Abbas ra. Rasulullah saw bersabda,.. "Pada hari, di mana Allah mengampuni Nabi Adam as. adalah hari pertama bulan Dzulhijjah, maka siapa shaum pada hari itu, Allah pasti mengampuni segala dosanya. Pada hari kedua Allah mengabulkan do a Nabi Yunus as, hingga ia keluar dari dalam perut ikan besar. Maka siapa shaum pada hari itu, adalah seperti beribadah setahun, bersih dari laku maksiat dalam ibadahnya, tidak sekejap netrapun ia berbuat dosa. Pada hari ketiga, Allah mengabulkan do'a Nabi Zakaria, maka siapa berpuasa pada hari itu, pasti do'anya dikabulkan oleh Allah Swt. Dan pada hari keempat lahirnya Nabi Isa as, maka siapa berpuasa pada hari itu, Allah melenyapkan kesusahan dan kefakirannya, dan kelak di hari Kiamat bersama dengan para perantau yang baik lagi mulia/Safaratul Kiramil Bararah. Dan pada hari kelima Nabi Musa as lahir, maka siapa berpuasa pada hari itu, terbebas dari sifat nifak dan siksa kubur. Pada hari keenam Allah Swt. membuka kebaikan ba...

Dzulhijjah

Rasulullah saw, bersabda,... "Tidak ada hari yang lebih dicintai Allah untuk beribadah padanya daripada 10 hari Dzulhijjah. Shaum setiap hari padanya sebanding dengan shaum setahun. Dan qiyamul lail setiap malam padanya sebanding dengan qiyam lailatul qadr." (ٍHr. at-Tirmidzi, III:131; Syarh as-Sunnah, II:292).

Menikah

Rasululah saw bersabda,.. “Wahai para pemuda!.. menikahlah!..  Siapa yang tidak sanggup, maka haruslah shaum.  Shaum itu dapat memutuskannya.”  (Ihya Ullumiddin)

Bejana perut

Rasulullah saw bersabda “Tiada bejana yang dipenuhkan oleh anak Adam, yang lebih jahat selain dari perutnya. Cukuplah bagi anak Adam itu beberapa suap kecil, yang akan menegakkan tulang pinggangnya. Kalau mesti ia berbuat, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya dan sepertiga untuk dirinya.” (IU)

Yang mematikan Hati

Rasulullah saw bersabda, “Janganlah engkau matikan hati dengan banyak makanan dan minuman!...  Sesungguhnya hati itu seperti tanaman yang akan mati, apabila banyak airnya.” (IU)

Kedudukan di hari Kiamat

Rasulullah saw bersabda, "Yang paling utama kedudukanmu pada Allah di hari kiamat ialah yang paling lama lapar dan bertafakkur tentang Allah swt di antara kalian. Dan yang paling di murkai Allah dari kalian pada hari kiamat, ialah yang banyak tidur, banyak makan dan banyak minum.” (IU)

Berfikir dan sedikit makan

Rasulullah saw bersabda, “Berfikir itu setengah ibadah,.. Dan sedikit makanan itulah ibadah.”

Lapar dan Haus

Rasulullah saw bersabda,.. “Berjihadlah terhadap anfus kalian dengan lapar dan haus. Sesungguhnya pada yang demikian seperti pahala orang yang berjuang fii sabilillah (dalam jalan Allah). Sesungguhnya tiada amal yang paling disukai oleh Allah, selain lapar dan haus.”

Penghulu amal

Rasulullah saw bersabda, “Penghulu segala amal ialah lapar. Dan kehinaan diri ialah pakaian bulu.” (IU)

Yang memenuhkan perutnya

Rasulullah saw bersabda, “Tiada akan masuk ke malakut langit, orang yang memenuhkan perutnya.” (IU)

Hati yang melihat Tuhan

Nabi Isa as bersabda,.. “Wahai para murid!... Laparkanlah perutmu, semoga hatimu melihat Tuhanmu!..” (IU)

Desakan keinginan

Utsman bin Madh’un berkata kepada Rasulullah saw,.. “Yaa Rasulullah!... Hati-ku mengatakan kepadaku supaya aku menceraikan istri ku Khaulah?..” Lalu Rasulullah saw menjawab,.. “Hati-hati!... Sesungguhnya di antara sunnahku, ialah menikah..” ‘Usman bin Madh’un berkata lagi,… “Hatiku mengatakan kepadaku, supaya aku potong alat syahwatku!..” Nabi saw menjawab,..  “Hati-hati!.. sesungguhnya memutuskan syahwat atas umatku ialah dengan membiasakan berpuasa.” ‘Utsman bin Madh’un berkata lagi,.. “Hatiku mengatakan kepadaku supaya aku menjadi rahib.”  Rasulullah saw menjawab,.. “Hati-hati!..Kerahiban dalam ummatku ialah dengan berjihad dan haji.”  Utsman bin Madh’un berkata lagi,… “Hatiku mengatakan supaya aku meninggalkan makan daging…” Rasulullah saw menjawab,… “Hati-hati!.. Sesungguhnya aku menyukai daging. Jikalau aku memperolehnya, niscaya aku makan. Dan jikalau aku minta pada Allah, niscaya akan diberikanNya untuk kumakan.” (Hr. Tirmidzi)

Mu'amallah yang kesasar

Dikatakan kepada Abdul wahid bin Zaid,.. “Disini ada seorang lelaki yang telah mengerjakan ibadah selama 50 tahun. Lalu Abdul wahid menghampiri orang itu. Lalu beliau berkata kepadanya,..“Wahai kekasihku!... ceritakanlah kepadaku dari keadaanmu (haal), Adakah engkau merasa puas dengan yang demikian?..” Lelaki itu menjawab,.. “Tidak!..” Abdul Wahid bertanya kembali,… “Jinakkah hatimu dengan yang demikian?..” Lelaki itu menjawab,.. “Tidak!..” Abdul Wahid bertanya kembali,.. “Ridlakah engkau dari yang demikian?..” Lelaki itu menjawab,.. “Tidak!..” Abdul Wahid bertanya kembali,…“Sungguhkah kelebihan engkau adalah dari puasa dan shalat?..”  Lelaki itu menjawab,.. “Yaa!..” Abdul Wahid lalu berkata,… “Jikalau tidaklah aku ini malu kepadamu, niscaya aku terangkan kepadamu, bahwa mu’amallah yang engkau lakukan selama 50 tahun itu kesasar. Artinya, tidak terbuka bagi engkau akan pintu hati, yang dimana kelak engkau meningkat kepada derajat-derajat kedekatan dengan amalan hati...