Postingan

Menampilkan postingan dengan label Dunia

Tujuh Langit, Tujuh Malaikat Penjaga dan Tujuh Amal Sang Hamba.

Gambar
(Hadits dari Mu’adz bin Jabal)   Dari Ibnu Mubarak dan Khalid bin Ma'dan, mereka berkata kepada Mu'adz bin Jabal, "Mohon ceritakan kepada kami sebuah hadits yang telah Rasulullah ajarkan kepadamu, yang telah dihafal olehmu dan selalu diingat-ingatnya karena saking kerasnya hadits tersebut dan saking halus serta dalamnya makna ungkapannya. hadits manakah yang engkau anggap sebagai hadits terpenting?"  Mu'adz menjawab, "Baiklah, akan aku ceritakan..." Tiba-tiba Mu'adz menangis tersedu-sedu. Lama sekali tangisannya itu, hingga beberapa saat kemudian baru terdiam. Beliau kemudian berkata, "Emh, sungguh aku rindu sekali kepada Rasulullah. Ingin sekali aku bersua kembali dengan beliau...". Kemudian Mu'adz melanjutkan:     Suatu hari ketika aku menghadap Rasulullah Saw yang suci, saat itu beliau tengah menunggangi untanya. Nabi kemudian menyuruhku untuk turut naik bersama beliau di belakangnya. Aku pun menaiki unta tersebut di belakang beliau....

Kelebihan di dunia dan akhirat

Aisyah ra. bertanya,... ‘Ya Rasulullah!... Dengan apakah manusia memperoleh kelebihan di dunia?...’  Nabi saw menjawab: ‘Dengan ‘aql..!’  Lalu beliau bertanya lagi: ‘Di akhirat?...’  Nabi saw menjawab: ‘Dengan ‘aql…!’  Siti Aisyah ra. bertanya kembali, ‘Bukankah mereka dibalas dengan sebab amalnya?...’  Rasulullah saw menjawab: ‘Yaa ‘Aisyah!... Adakah mereka itu beramal, selain dari qadar ‘aql yang dianugerahkan Azza Wa Jalla kepadanya?… Maka menurut qadar ‘aql yang diperoleh merekalah, beradanya amal mereka. Dan menurut qadar amal, mereka diberi balasan.”  Hr. Ibnul Mahbar, At Tirmidzi.

Yang paling dekat kepada Allah

Rasulullah saw bersabda,.. “Manusia yang paling dekat kepada Allah ‘Azza Wa Jalla pada hari kiamat ialah orang yang lama laparnya, hausnya dan gundahnya di dunia, yang berjalan tidak beralas kaki, yang bertaqwa kepada Allah, y ang kalau mereka hadir, mereka tidak dikenal (orang), d an kalau mereka tidak hadir, niscaya orang tidak merasa kehilangan.  Mereka dikenal oleh tempat-tempat dibumi dan mereka dikelilingi oleh para malaikat langit. Manusia berni’mat-ni’mat di dunia dan mereka berni’mat-ni’mat dengan menta’ati Allah ‘Azza Wa Jalla.  Manusia tidur dikasur empuk, sedang mereka tidur dengan dahi dan lutut.  Manusia menyia-nyiakan perbuatan dan akhlak para nabi dan mereka menjaganya.  Mereka ditangisi oleh bumi apabila telah hilang.  Dan Tuhan Yang Maha perkasa marah pada tiap-tiap negeri yang tidak ada seorangpun dari pada mereka padanya.  Mereka tidak melompat-lompat di dunia, sebagaimana anjing melompat-lompat di atas bangkai. Mereka makan sedikit...

Musuh Manusia

Yahya Bin Mu’adz Ar-Razi berkata, “Musuh manusia tiga, yaitu dunianya, setannya dan nafsunya. - maka jagalah diri dari dunia dengan zuhud,  - dari setan dengan menentangnya  - dan dari nafsu dengan meninggalkan segala keinginannya.”

Takut Miskin

Sufyan Ats-Tsuri berkata, “Setan itu mempunyai senjata, seperti sifat takut miskin.  Apabila manusia menerima yang demikian dari setan niscaya ia berbuat yang bathil, mencegah yang hak, berkata-kata dengan hawa nafsu dan menyangka Tuhannya dengan sangkaan yang buruk.”

Harta yang bukan haknya

Khaitsamah bin Abdurrahman berkata, “Setan itu berkata,... “Aku tidak dapat dikalahkan oleh anak Adam.  Maka tidak dapat ia mengalahkan aku pada tiga hal, yaitu;  - aku suruh dia mengambil harta yang bukan haknya,  - membelanjakannya pada bukan haknya dan  - melarangnya dari apa yang menjadi haknya.”

Berbantal dengan batu

Diriwayatkan bahwa Nabi Isa as. pada suatu hari berbantal dengan batu. Lalu lewatlah Iblis, seraya berkata,  “Wahai Isa!.. Engkau suka pada dunia!..” Maka Nabi Isa as mengambil batu itu, dan melemparkan Iblis tadi dari bawah kepalanya, seraya berkata,  “Ini untukmu bersama dunia!..”

Dunia sebagai alat

Tsabit Al Banani berkata,... “Tatkala Rasulullah saw diutus, lalu Iblis berkata kepada setan-setannya, “Telah terjadi suatu kejadian, maka lihatlah apa kejadian itu!..”   Maka setan-setan itu berjalan kesana kemari, sehingga mereka kepayahan. Kemudian mereka datang dan berkata, “Kami tidak tahu!..” Lalu Iblis itu pun pergi, kemudian datang dan berkata, “Allah telah mengutus Muhammad saw.” Lalu Iblis itu mengutus setan-setannya kepada sahabat-sahabat Nabi saw, dan mereka itu kembali dengan kecewa dan mengatakan, “Tidaklah kami temui suatu kaumpun seperti mereka. Kami memperoleh dengan bisikan, kemudian mereka berdiri kepada shalat. Maka terhapuslah yang demikian.”  Lalu Iblis berkata,... “Pelan-pelanlah dengan mereka!.. Mudah-mudahan Alah membuka dunia kepada mereka, lalu kita memperoleh hajat kita dari mereka!..” (IU)

Mata untuk dunia dan agama

Rasulullah saw bersabda,.. “Masing-masing hamba Allah mempunyai empat biji mata. Dua biji pada kepalanya, untuk melihat urusan dunianya. Dan dua biji pada qalbnya, untuk melihat urusan agamanya.” (Ihya Ullumiddin)