Postingan

Menampilkan postingan dengan label Imam Ali ra.

Sabar

ALI  bin Abi Thalib r.a. berkata, “Sabar ada tiga: sabar menghadapi musibah, sabar menjalani ketaatan, dan sabar menahan diri dari maksiat. Barangsiapa bersabar menghadapi musibah, dan menghadapinya dengan sebaik-baik sabar, akan dituliskan untuknya tiga ratus derajat. Barangsiapa bersabar menjalankan ketaatan, akan dituliskan untuknya enam ratus derajat, dan barangsiapa bersabar menahan diri dari maksiat, akan dituliskan untuknya sembilan ratus derajat.” Maimun bin Mahran berkata, “Sabar ada dua: sabar menerima musibah itu baik, dan yang lebih utama dari itu adalah sabar menahan diri dari maksiat.” Tentang firman Allah Ta`ala, “ Keselamatan atasmu berkat kesabaranmu. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu. ” (Ar Ra’d: 24), Fudhail bin `Iyadh berkata, “Mereka bersabar dalam menjalankan perintah dan menahan diri dari larangan.” Dalam ungkapannya, seakan-akan Fudhail menyatakan bahwa sabar dalam menahan diri dari maksiat merupakan bagian dari yang diperintahkan. Ketik...

Ilmu

4). Imam Ali ra. berkata dalam sajak: “Tiadalah kebanggaan,... Selain bagi ahli ilmu, Mereka memberi panduan,... Kepada orang yang meminta dipandu. Nilai Manusia adalah dengan kebaikan yang dikerjakannya,... Dan orang-orang bodoh,... Adalah musuh ahli ilmu. Menanglah engkau dengan ilmu, Hiduplah lama!… Orang lain mati,... Ahli ilmu terus hidup.”

Ulama

(3). Imam Ali ra. berkata: “Seorang ulama adalah lebih utama daripada seorang yang selalu berpuasa, bershalat dan berjihad. Apabila mati seorang ulama, maka terdapatlah sebuah kekosongan dalam Islam yang tidak ditutup selain oleh orang penggantinya.”

Ilmu dan Harta

(2). Imam Ali ra. berkata kepada Kumail: “Wahai Kumail!… Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu akan senantiasa menjagamu dan engkau akan menjaga hartamu. Ilmu itu adalah penghukum (hakim), dan harta itu adalah yang terhukumi. Harta itu akan berkurang apabila di belanjakan dan ilmu itu akan bertambah dengan di-infaq-kan.”

rahmat

"Dia telah memerintahkanmu untuk mengajukan permohonan kepada-Nya, agar Dia bisa memberimu apa yang kau minta. Dia mendambakan agar Ia melimpahkan rahmat-Nya pada dirimu. Tak seorang pun yang dapat menjadi penghalang antara kau dan Dia, dan tiada Dia membuatmu perlu mencari perantara yang menghubungkan kau dengan Dia. Tiada Dia akan mencegahmu bertaubat bila kau melakukan keburukan, dan tiada pula dia akan menyegerakan hukuman bila kau melanggar larangan-Nya. Ia tidak mengejekmu bila pada akhirnya kau kembali pada-Nya, dan tidak akan membeberkan aib dosa-dosamu meski sesungguhnya itu lebih patut kau terima. Ia takkan mempersulit penerimaan tobatmu, dan Ia takkan mengungkit-ungkit kesalahanmu. Dia tidak akan pernah membuatmu putus asa dari rahmat-Nya. Bahkan bila engkau mengurungkan niatmu untuk melakukan suatu dosa, Ia akan menghitungnya sebagai sebuah perbuatan baik yang layak diberi pahala. Ia hanya menghitung setiap pelanggaran setara satu dosa, namun setiap kebaikan yang k...

Talqin

Kisah tentang Ali bin Abi Thalib meminta *dibuka* atau *ditalqin* terdapat dalam beberapa riwayat: عن امير المؤمنين ،  أنه سأل النبي صلى الله عليه وسلم فقال: يا رسول الله دلني على أقرب الطريق إلى الله وأسهلها على عباده وأفضلها عند الله تعالى. فقال: يا علي،...

Anak

"Jangan besarkan anakmu dengan cara orangtuamu membesarkanmu dulu, karena mereka lahir di zaman yang berbeda." -Ali bin Abi Thalib-

Nur Muhammad saw

Suatu hari Sayidina Ali, karamAllahu-wajhahu, bertanya kepada Nabi saw,... "Wahai Muhammad, kedua orang tuaku akan menjadi jaminanku, mohon katakan padaku apa yang diciptakan Allah Ta'ala sebelum semua makhluq ciptaan?..." Berikut ini adalah jawabannya yang indah,.. "Sesungguhnya, sebelum Rabb-mu menciptakan lainnya, Dia menciptakan dari Nur-Nya -nur Nabimu, dan Nur itu diistirahatkan -haithu-mashaAllah, dimana Allah menghendakinya untuk istirahat. Dan pada waktu itu tidak ada hal lainnya yang hadir -tidak lauh al-mahfudz, tidak Sang Pena, tidak Surga ataupun Neraka, tidak Malaikat Muqarabin, tidak langit ataupun dunia; tiada matahari, tiada rembulan, tiada bintang, tiada jin atau manusia atau malaikat -belum ada apa-apa yang diciptakan, kecuali Nur ini.  Kemudian Allah Swt dengan iradat-Nya menghendaki adanya ciptaan. 

Awal agama

Imam Ali ra. berkata,… “Awwaluddina Ma’rifatullah.” “Awal (dari seseorang) ber-Ad-Diin (beragama) adalah (ketika ia) Ma’rifatullah (mengenal Allah).”