Postingan

Menampilkan postingan dengan label Taufiq

Taufiq untuk amal spesifik

Barang siapa yang Allah menghendaki kebaikan padanya, maka Allah akan menggunakannya. Mereka (para sahabat) bertanya: wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan "menggunakannya"? Beliau saw bersabda: memberinya taufik untuk suatu amal shalih tertentu sebelum matinya. - Rasulullah Muhammad saw -   (HR. Ahmad)

Taufiq untuk dzikir

Rasulullah saw bersabda,... "Setiap hari dan malam ada sedekah dan karunia dari Allah untuk hamba-hambaNya. Dan tidak ada karunia dari Allah atas hamba-hambaNya yang lebih utama selain dari taufiq untuk mengingatNya." (Hr. Thabrani)

Tanda dari Allah

Zaidul Khail berkata kepada Rasulullah saw,… “Aku datang untuk bertanya kepada engkau akan tanda dari Allah bagi orang yang menghendakiNya. Dan tanda dariNya atas orang yang tidak menghendakiNya?....”  Maka Nabi saw menjawab,… “Bagaimana keadaanmu?..”  Zaidul Khail menjawab,… “Keadaanku ialah mencintai kebajikan dan orang yang mengerjakan kebajikan. Apabila aku sanggup atas sesuatu daripadanya niscaya aku bersegera mengerjakannya. Dan aku yakin dengan pahalanya. Dan apabila luput bagiku akan sesuatu daripadanya, niscaya menggundahkan aku dan aku rindu kepadanya.”  Maka Nabi saw bersabda,… “Itulah alamat (tanda dari) Allah pada siapa yang dikehendakiNya. Jikalau Ia menghendaki engkau bagi yang lain, niscaya disiapkanNya engkau baginya. Kemudian Ia tidak menghiraukan pada lembah-lembah yang mana engkau menjadi binasa.”  (Hr. Thabrani)

Mengamalkan Ilmu

Rasulullah saw bersabda,.. “Barangsiapa mengamalkan apa yang diketahuinya, niscaya Allah akan mewariskan kepadanya ilmu yang belum diketahuinya. Dan dianugerahi taufiq oleh Allah kepadanya pada apa yang diamalkannya, sehingga membuatnya layak memperoleh surga.  Dan barangsiapa tidak mengamalkan apa yang diketahuinya, niscaya ia binasa mengenai yang diketahuinya. Dan ia tidak memperoleh taufiq pada apa yang (mesti) diamalkannya, sehingga membuatnya layak memperoleh neraka”. (Ihya Ullumiddin)

Keafiatan

Rasulullah saw bersabda,.. “Mintalah kepada Allah akan keafiatan!...  Maka tidaklah seorangpun yang diberikan yang lebih utama dari keafiatan selain dari keyakinan.” (Hr. Ibnu Majah)

Orang pintar

Rasulullah saw bersabda,… “Orang pintar ialah orang yang meng-agamakan dirinya dan berbuat untuk sesudah mati. Dan orang dungu ialah orang yang mengikutkan dirinya dengan hawa nafsunya dan berangan-angan atas Allah.” (Hr. At Tirmidzi)