Postingan

Menampilkan postingan dengan label Shalat

Shalat

Diriwayatkan dari Abu Qatadah bin Rib’iy mengabarkan kepadanya bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda: Allah Ta’ala berfirman “Sesungguhnya Aku mewajibkan umatmu shalat lima waktu, dan Aku berjanji bahwa barangsiapa yang menjaga waktu-waktunya pasti Aku akan memasukkannya ke dalam surga, dan barangsiapa yang tidak menjaganya maka dia tidak mendapatkan apa yang aku janjikan” (Hadist qudsi, H.R. Abu Dawud no. 430)

4 rakaat sebelum ashar

KEUTAMAAN SHOLAT QOBLIYAH ASHAR 4 ROKA’AT Sholat qobliyah Ashar adalah sholat yang sering dilupakan atau tidak begitu diperhatikan oleh kaum muslimin pada umumnya, padahal di dalamnya banyak berbagai macam kebaikan yang akan didapatkan bagi siapa saja yang mau mengerjakannya. Adapun kebaikan-kebaikan yang akan diberikan oleh Alloh bagi siapa saja yang mau mengerjakannya adalah sebagai berikut : رَحِمَ اللَّهُ امْرَأً صَلَّى قَبْلَ الْعَصْرِ أَرْبَعًا “Semoga Allah merahmati seseorang yang mengerjakan shalat qobliyah Ashar empat raka’at.(HR. Abu Daud no. 1271, At Tirmidzi no. 430, Ahmad 2/117) Dan Asy-Syaukani menyebutkan riwayat lain yang semakna dengan hadits ini, yaitu...

Shalat Malam

“Jika telah lewat tengah malam atau sepertiga malam yang akhir, Allah Yang Maha Mulia dan Agung turun kelangit yang paling rendah (langit dunia), lalu berkata: Adakah orang yang meminta kepada-Ku saat ini, pasti akan aku beri, adakah orang yang memohon ampun, pasti aku ampuni, adakah orang yang bertaubat, pasti aku berikan taubat-Ku, adakah orang yang memerlukan-Ku, pasti akan aku penuhi.” Dan itu terjadi setiap malam hingga terbit fajar”. (HR. Bukhari) “فَإِذَا مَضَى ثُلُثُ اللَّيْلِ أَوْ نِصْفُ اللَّيْلِ نَزَلَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّ...

2 rakaat di waktu sepi

Ketika itu, seorang Syekh memimpikan sebagian ulama, dan bertanya kepadanya: “Bagaimanakah kabar tentang ilmu yang tuan perdebatkan dahulu dan dengan pertengkarannya?…”. Ulama itu kemudian membuka tangannya lalu menghembuskan nafasnya pada tangan-nya itu seraya berkata: “Semuanya telah menjadi abu yang bertebangan. Tak ada yang berguna selain dari 2 raka’at yang aku kerjakan dengan ikhlas ditengah malam yang sepi.”

Perut seperti rebab

Abu Thalib Al-Makki berkata, “Perut itu adalah seperti rebab. Yaitu kayu yang berlubang, mempunyai tali-tali. Sesungguhnya akan bagus bunyinya karena ringan dan tipisnya. Dan karena ia berlubang, tiada berisi penuh. Begitulah pula rongga perut!... Apabila ia kosong, niscaya adalah lebih manis untuk membaca (tilawah al-Qur’an), lebih lama untuk berdiri shalat dan lebih menyedikitkan tidur.”

Nama-nama anak Iblis

Mujahid telah mengatakan,.. “Iblis itu mempunyai lima anak. Masing-masing dari anak itu dijadikan sesuatu yang menjadi urusannya. Kelima anak itu ialah Tsabur, A’war, Mabsuth, Dasim dan Zalambur. - Tsabur yaitu yang punya segala bencana, yang menyuruh dengan kebinasaan, merobekkan baju, menampar pipi dan pernyataan yang jahil (bodoh). - Adapun A’war, yaitu yang mempunyai zina, yang menyuruh dan menghiaskan kezinaan. - Adapun Masbuth yaitu yang mempunyai kebohongan. - Dan Dasim ialah yang masuk bersama orang laki-laki kepada keluarganya, yang menuduh mereka, dengan kekurangan pada laki-laki itu dan yang membuat laki-laki itu marah kepada keluarganya. - Dan Zalambur, yaitu yang punya pasar. Lalu dengan sebab Zalambur mereka itu senantiasa mendapat kedzaliman.“ - Setan shalat dinamai Khanzab. - Dan setan wudlu’ dinamai Walhan."

Mu'amallah yang kesasar

Dikatakan kepada Abdul wahid bin Zaid,.. “Disini ada seorang lelaki yang telah mengerjakan ibadah selama 50 tahun. Lalu Abdul wahid menghampiri orang itu. Lalu beliau berkata kepadanya,..“Wahai kekasihku!... ceritakanlah kepadaku dari keadaanmu (haal), Adakah engkau merasa puas dengan yang demikian?..” Lelaki itu menjawab,.. “Tidak!..” Abdul Wahid bertanya kembali,… “Jinakkah hatimu dengan yang demikian?..” Lelaki itu menjawab,.. “Tidak!..” Abdul Wahid bertanya kembali,.. “Ridlakah engkau dari yang demikian?..” Lelaki itu menjawab,.. “Tidak!..” Abdul Wahid bertanya kembali,…“Sungguhkah kelebihan engkau adalah dari puasa dan shalat?..”  Lelaki itu menjawab,.. “Yaa!..” Abdul Wahid lalu berkata,… “Jikalau tidaklah aku ini malu kepadamu, niscaya aku terangkan kepadamu, bahwa mu’amallah yang engkau lakukan selama 50 tahun itu kesasar. Artinya, tidak terbuka bagi engkau akan pintu hati, yang dimana kelak engkau meningkat kepada derajat-derajat kedekatan dengan amalan hati...