Postingan

Menampilkan postingan dengan label Makan

Bahaya Perut

Imam Al-Ghazali ra, berkata, “Pada hakikatnya perut adalah sumber segala nafsu syahwat dan tempat tumbuhnya segala penyakit dan bahaya. - Karena syahwat-perut di iringi oleh syahwat kemaluan dan keinginan yang berlebihan pada wanita untuk dinikahi. - Kemudian dari keinginan pada makanan; dan pernikahan itu diikuti oleh kesangatan keinginan kepada kemegahan dan harta yang menjadi jalan kepada meluasnya wanita yang dinikahi dan makanan yang dimakan. - Kemudian oleh kebanyakan harta dan kemegahan, lalu diikuti oleh bermacam-macam sifat kebodohan, berbagai rupa perlombaan dan kedengkian. - Kemudian, diantara keduanya itu, beranaklah bahaya ria, malapetaka kebanggaan, kebanyakan harta dan kesombongan. - Kemudian yang demikian itu mengajak kepada kebususkan hati, kedengkian, permusuhan dan kemarahan. - Kemudian membawa orang yang bersifat demikian kepada mengerjakan perbuatan durhaka, mungkar dan keji. Semua itu adalah hasil dari menyia-nyiakan perut dan apa yang terjadi daripadanya,...

Pemborosan makan

Rasulullah saw bersabda kepada ‘Aisyah ra.... “Awaslah daripada pemborosan!...  Sesungguhnya dua kali makan sehari itu termasuk pemborosan.  Sekali makan dalam tiap-tiap dua hari itu kikir.  Dan sekali makan pada tiap-tiap hari itu sedang diantara yang demikian.  Dan itu terpuji pada Kitab Allah ‘Azza Wa Jalla.”  (Hr. Al Baihaqi)

Adab makan

Ali bin Salim Al-Basharti berkata,.. “Siapa yang memakan roti dengan adab, niscaya ia tidak akan sakit, kecuali sakit mati.” Lalu ditanyakan, “Apakah adab itu?..” Ali bin Salim menjawab,.. “Engkau makan sesudah lapar,.. Dan engkau mengangkat tangan sebelum kenyang.”

Bahaya Perut Kenyang

Rasulullah saw bersabda,.. “Perut kenyang itu sumbernya penyakit, dan menjaganya itu sumbernya obat.  Biasakanlah tiap-tiap tubuh atas apa yang dibiasakannya.” (Ihya Ullumiddin)

Bid'ah kenyang

‘Aisyah ra berkata,.. “Bid’ah pertama yang terjadi sesudah masa Rasulullah saw adalah kenyang. Bahwa orang banyak manakala perut mereka telah kenyang, niscaya nafsu mereka tidak tertahan kepada dunia ini.”

Bahaya Kenyang

Abu Sulaiman Ad-darani berkata,.. “Siapa yang kenyang, niscaya masuklah kepadanya enam bahaya,.. - Hilang kemanisan dalam bermunajah, - Sukar memelihara hikmah,... - Tidak mempunyai belas kasihan kepada manusia, karena apabila ia telah kenyang niscaya disangkanya semua orang kenyang, - Berat melakukan ibadah, - Bertambah nafsu syahwat - Dan kaum muslimin yang lain berputar keliling masjid dan orang-orang yang kenyang itu berputar mengelilingi kakus (toilet).” Dikatakan,... "Lapar itu seperti guruh. Qana’ah itu seperti kabut. Dan hikmah itu seperti hujan." (Ihya Ullumiddin)

Cahaya Hikmah

Rasulullah saw bersabda,.. “Cahaya hikmah itu lapar,...  Menjauhkan diri dari pada Allah ‘Azza Wa Jalla itu kenyang.  Mendekatkan diri kepada Allah ‘Azza Wa Jalla itu mencintai orang miskin dan mendekatinya.  Janganlah kamu kenyang, lalu kamu memadamkan cahaya hikmah dari hatimu!..  Orang yang bermalam dalam keadaan ringan dari makanan, maka bermalamlah bidadari sekelilingnya, hingga pagi hari.”  (Hr. Abu Mansur ad-dailami)

Pintu terbuka

Asy Syibli berkata,.. “Kalau aku lapar sehari karena Allah, maka aku melihat pada hatiku pintu terbuka dari hikmah dan i’tibar, yang belum pernah sekali-kali aku melihatnya.”

Apabila perut penuh

Luqman berkata kepada anaknya,.. “Wahai anakku, apabila perut penuh, niscaya tidurlah pikiran, bisulah ilmu-hikmah dan duduklah (malaslah) anggota tubuh guna beribadah.”

Sepotong roti buat Rasulullah

Diriwayatkan dari Anas,.. “Fatimah ra. datang kepada Rasulullah saw dengan membawa sepotong roti. Lalu Rasulullah saw bertanya,.. “Sepotong apa ini?..”  Fatimah menjawab, “Sepotong roti.  Hati anakanda tidak enak sebelum membawa sepotong roti ini kepada ayahanda.”  Maka Rasulullah saw menjawab,... “Sesungguhnya inilah makanan pertama yang masuk ke mulut ayahmu semenjak tiga hari ini.”  (Hr. Al-Harits bin Abi Usamah)

Laparnya Rasulullah

‘Aisyah ra. berkata,... “Sesungguhnya Rasulullah saw tidak pernah sekali-kali kenyang. Kadang-kadang aku menangis karena kasihan melihat beliau lapar. Lalu aku sapu perutnya dengan tanganku dan aku berkata,.. “Diriku menjadi tebusan bagimu, jikalau sampailah engkau dari dunia ini sekedar yang menguatkan engkau dan mencegah engkau dari kelaparan.”  Lalu beliau menjawab,.. “Wahai “Aisyah!..   Saudara-saudaraku para rasul Ulul’azmi telah bersabar dalam hal yang lebih berat dari ini.  Mereka terus dalam keadaan mereka, lalu mereka datang kepada Tuhan.  Maka Tuhan memuliakan kembalinya mereka dan membanyakkan pahalanya.  Aku merasa malu jika aku bermewah-mewahan dalam hidupku, bahwa Ia menyingkatkan untukku besok, sedang untuk mereka itu tidak.  Bersabar dalam hari-hari yang mudah adalah lebih aku sukai daripada dikurangi bagianku besok di akhirat.  Dan tiada suatupun yang lebih aku sukai, selain berhubungan dengan teman-temanku dan saudara-saudaraku.”...

Yang paling dekat kepada Allah

Rasulullah saw bersabda,.. “Manusia yang paling dekat kepada Allah ‘Azza Wa Jalla pada hari kiamat ialah orang yang lama laparnya, hausnya dan gundahnya di dunia, yang berjalan tidak beralas kaki, yang bertaqwa kepada Allah, y ang kalau mereka hadir, mereka tidak dikenal (orang), d an kalau mereka tidak hadir, niscaya orang tidak merasa kehilangan.  Mereka dikenal oleh tempat-tempat dibumi dan mereka dikelilingi oleh para malaikat langit. Manusia berni’mat-ni’mat di dunia dan mereka berni’mat-ni’mat dengan menta’ati Allah ‘Azza Wa Jalla.  Manusia tidur dikasur empuk, sedang mereka tidur dengan dahi dan lutut.  Manusia menyia-nyiakan perbuatan dan akhlak para nabi dan mereka menjaganya.  Mereka ditangisi oleh bumi apabila telah hilang.  Dan Tuhan Yang Maha perkasa marah pada tiap-tiap negeri yang tidak ada seorangpun dari pada mereka padanya.  Mereka tidak melompat-lompat di dunia, sebagaimana anjing melompat-lompat di atas bangkai. Mereka makan sedikit...

Satu perut

Rasulullah saw bersabda, “Orang mu’min itu makan pada satu perut dan orang munafiq itu makan pada tujuh perut.”  (hr. Bukhari)

Bejana perut

Rasulullah saw bersabda “Tiada bejana yang dipenuhkan oleh anak Adam, yang lebih jahat selain dari perutnya. Cukuplah bagi anak Adam itu beberapa suap kecil, yang akan menegakkan tulang pinggangnya. Kalau mesti ia berbuat, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya dan sepertiga untuk dirinya.” (IU)

Yang mematikan Hati

Rasulullah saw bersabda, “Janganlah engkau matikan hati dengan banyak makanan dan minuman!...  Sesungguhnya hati itu seperti tanaman yang akan mati, apabila banyak airnya.” (IU)

Yang paling lama lapar di hari akhirat

Abu Juhaifah ketika itu bersendawa di hadapan Rasulullah saw. Lalu Rasulullah saw bersabda kepadanya,.. ”Pendekkan sendawamu!.. Sesungguhnya manusia yang paling lama lapar di hari akhirat ialah yang paling banyak kenyang di dunia!..” (Hr. Al Baihaqi)

Kedudukan di hari Kiamat

Rasulullah saw bersabda, "Yang paling utama kedudukanmu pada Allah di hari kiamat ialah yang paling lama lapar dan bertafakkur tentang Allah swt di antara kalian. Dan yang paling di murkai Allah dari kalian pada hari kiamat, ialah yang banyak tidur, banyak makan dan banyak minum.” (IU)

Berfikir dan sedikit makan

Rasulullah saw bersabda, “Berfikir itu setengah ibadah,.. Dan sedikit makanan itulah ibadah.”

Qari yang gemuk

Ibu Mas’ud ra berkata,.. “Sesungguhnya Allah marah kepada qari’ (ahli pembaca Al-Qur’an) yang gemuk.”

Manusia utama

Hadirin bertanya kepada Rasulullah saw,.. “Yaa Rasulullah!.. manusia manakah yang lebih utama?..” Baliau saw menjawab,.. “Orang yang sedikit makannya dan tertawanya.  Dan ia rela dengan apa saja yang dapat menutupi auratnya.”