Berjalan sesuai kadar Nur
Rasulullah saw bersabda,..
“Sesungguhnya sebagian dari mereka di berikan nur (cahaya) seperti bukit. Dan sebagiannya lagi lebih kecil dari bukit, sehingga yang penghabisan dari mereka adalah seorang laki-laki yang diberikan nur sebesar ibu jari kedua telapak kakinya. Lalu nur itu sekal-kali bercahaya dan sekal-kali padam. Apabila bercahaya, maka ia mendahulukan kedua telapak kakinya, lalu ia berjalan. Dan apabila padam, maka ia diam berdiri.
Dan berjalannya mereka di atas titian shirat adalah menurut qadar nur mereka masing-masing. Di antara mereka ada yang melintas sekejap mata. Di antara mereka ada yang melintas seperti kilat. Diantara mereka, ada yang melintas seperti awan. Di antara mereka ada yang melintas seperti bintang yang jatuh. Dan di antara mereka ada yang melintas seperti kuda yang berlari cepat seperti ketika sedang berada di arena perlombaan.
Adapun orang yang diberikan nur sebesar ibu jari telapak kakinya, ia berjalan merangkak di atas wajahnya, kedua tangannya dan kedua kakinya. Sekali ia menarik tangannya dan menggantungkan tangan yang lain, sementara api menyentuh sebagian dari tubuhnya. Maka senantiasalah ia berjalan dalam keadaan seperti demikian, -yang sampai pada akhirnya ia pun berhasil.”
(Hr. Ath-Thabrani dan Al-Hakim)
“Sesungguhnya sebagian dari mereka di berikan nur (cahaya) seperti bukit. Dan sebagiannya lagi lebih kecil dari bukit, sehingga yang penghabisan dari mereka adalah seorang laki-laki yang diberikan nur sebesar ibu jari kedua telapak kakinya. Lalu nur itu sekal-kali bercahaya dan sekal-kali padam. Apabila bercahaya, maka ia mendahulukan kedua telapak kakinya, lalu ia berjalan. Dan apabila padam, maka ia diam berdiri.
Dan berjalannya mereka di atas titian shirat adalah menurut qadar nur mereka masing-masing. Di antara mereka ada yang melintas sekejap mata. Di antara mereka ada yang melintas seperti kilat. Diantara mereka, ada yang melintas seperti awan. Di antara mereka ada yang melintas seperti bintang yang jatuh. Dan di antara mereka ada yang melintas seperti kuda yang berlari cepat seperti ketika sedang berada di arena perlombaan.
Adapun orang yang diberikan nur sebesar ibu jari telapak kakinya, ia berjalan merangkak di atas wajahnya, kedua tangannya dan kedua kakinya. Sekali ia menarik tangannya dan menggantungkan tangan yang lain, sementara api menyentuh sebagian dari tubuhnya. Maka senantiasalah ia berjalan dalam keadaan seperti demikian, -yang sampai pada akhirnya ia pun berhasil.”
(Hr. Ath-Thabrani dan Al-Hakim)