Dalam suatu Hadits, Rasulullah saw bersabda, "Bahwasanya Allah Ta'ala pernah menurunkan wahyu kepada Nabi Dawud as: Cintailah Aku! Cintailah orang-orang yang mencintai Aku! Dan buatlah Aku mencintai makhluk-Ku!" Lalu Nabi Dawud as bertanya, "Wahai Rabb-ku, bagaimana aku dapat membuat Engkau mencintai akan makhluk Engkau?" Maka berfirmanlah Allah Ta'ala: "Beritakanlah tentang Aku dengan kebaikan dan keindahan! Sebutkanlah ihwal ni'mat-ni'mat-Ku dan perbuatan-perbuatan baik-Ku! Peringatkanlah mereka akan yang demikian itu, sehingga mereka tidak mengenal tentang Aku kecuali dengan perkara yang baik-baik dan indah-indah" (Diambil dari Kitab Ihya Ulumuddin Al-Ghazali, Bab Takut & Harap)
Kemenangan paling agung bagi seorang sufi adalah ketersingkapan hijab jiwa, hati, dan ruh, atau ketersingkapan rahasia-rahasia di dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah. -Syaikh Akbar Ibnu Arabi-
Berbagai pendapat ulama salaf mengenai Alhamdu ذِكْرُ أَقْوَالِ السَّلَفِ فِي الْحَمْدِ Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayah-ku, telah menceritakan kepada kami Abu Ma'mar Al-Qutai'i. telah menceritakan kepada kami Hafs ibnu Hajjaj, dari Ibnu Abu Mulai-kah, dari Ibnu Abbas r.a. yang mengatakan bahwa Khalifah Umar r.a. pernah berkata, "Kami telah mengetahui makna subhanallah dan la ilaha illallah, lalu apakah makna alhamdulillah?" Ali k.w. menjawab, "Ia merupakan suatu kalimah yang diridai oleh Allah untuk diri-Nya." Asar yang sama diriwayatkan pula oleh selain Abu Ma'mar, dari Hafs, disebutkan bahwa Khalifah Umar bertanya kepada Ali, sedangkan teman-teman Umar berada di hadapannya, "La ilaha illal-lah. subhanallah, dan Allahu akbar telah kami ketahui maknanya. Apakah yang dimaksud dengan alhamdulillah? Ali k.w. menjawab, "Ia adalah suatu kalimah yang disukai oleh Allah Swt. buat diri-Nya, diridai bua...