Jubah Kehormatan

Malaikat Hafadzah yang biasanya berjalan tak kelihatan di muka dan dibelakangnya, kini kelihatan seperti polisi. Mereka menyeret dan memukulnya dengan tongkat sambil membentak, "Pergi kau, O Anjing, ke kandangmu!!!..."

Dia berpaling ke Hadirat Yang Maha Suci, air matanya bercucuran bagai hujan musim gugur. Selain harapan, apalagi yang dia miliki ?...

Kemudian dari Tuhan di kerajaan Cahaya datanglah titah...
"Katakan kepadanya: "Inilah imbalan bagi orang yang tak pernah berbuat kebajikan, Kau telah melihat catatan hitam perbuatan dosa-dosamu. Apalagi yang kau inginkan?... Mengapa engkau tetap tinggal disitu dalam kesia-siaan?..."

Dia menjawab,...
"Tuhan,... Engkau lebih mengetahui aku ratusan kali lebih buruk daripada yang telah engkau nyatakan; Namun dibalik upaya dan tindakanku, dibalik kebaikan dan kejahatanku, serta dibalik iman dan kufurku, bahkan dibalik hidupku yang lurus maupun menyimpang... sungguh kumohon akan Kasih SayangMu. Kembali kupalingkan diriku pada Karunia Suci, tak kuperhatikan seluruh amal diriku. Engkau memberiku wujud sebagai jubah kehormatanku... aku selalu menyadarkan diri pada kasih sayang itu."

Ketika dia mengakui semua dosanya, Tuhan berfirman kepada Malaikat,...
"Bawa dia kembali, karena dia tidak pernah kehilangan harapan pada-Ku.
Sebagai Dzat yang memperdulikan kesia-kesiaan, Aku akan membebaskannya dan menghapuskan seluruh pelanggarannya. Aku akan nyalakan api Rahmat yang setidak-tidaknya percikannya saja dapat menghabiskan seluruh dosa dan beban serta kemauan bebasnya. Aku akan meletakkan api di rumah manusia dan membuat duri-durinya bagai kuntum bunga mawar,...

Katakanlah: "Wahai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S Az-Zumar 53)


Jalaluddin Rumi.
Ajaran dan Pengalaman Sufi
Reynold A. Nicholson

Postingan populer dari blog ini

Rahmat

Kebaikan

Kemenangan