Yang paling dekat kepada Allah
Rasulullah saw bersabda,..
“Manusia yang paling dekat kepada Allah ‘Azza Wa Jalla pada hari kiamat ialah orang yang lama laparnya, hausnya dan gundahnya di dunia, yang berjalan tidak beralas kaki, yang bertaqwa kepada Allah, yang kalau mereka hadir, mereka tidak dikenal (orang), dan kalau mereka tidak hadir, niscaya orang tidak merasa kehilangan. Mereka dikenal oleh tempat-tempat dibumi dan mereka dikelilingi oleh para malaikat langit.
Manusia berni’mat-ni’mat di dunia dan mereka berni’mat-ni’mat dengan menta’ati Allah ‘Azza Wa Jalla. Manusia tidur dikasur empuk, sedang mereka tidur dengan dahi dan lutut. Manusia menyia-nyiakan perbuatan dan akhlak para nabi dan mereka menjaganya. Mereka ditangisi oleh bumi apabila telah hilang.
Dan Tuhan Yang Maha perkasa marah pada tiap-tiap negeri yang tidak ada seorangpun dari pada mereka padanya. Mereka tidak melompat-lompat di dunia, sebagaimana anjing melompat-lompat di atas bangkai. Mereka makan sedikit makanan, memakai pakaian buruk, rambutnya kusut dan mukanya berdebu. Mereka dilihat oleh manusia, lalu menyangka bahwa mereka itu sakit, padahal mereka tidak sakit.
Dan dikatakan orang mereka telah dicampur aduk, lalu hilanglah akal mereka. Padahal akal mereka tidak hilang. Tetapi kaum itu melihat dengan hatinya kepada perintah Allah, yang menghilangkan kecintaan mereka kepada dunia. Lalu menurut orang dunia, mereka itu berjalan tanpa akal. Mereka berakal ketika akal manusia telah hilang. Mereka mempunyai kehormatan pada hari akhirat.
Wahai Usamah!..
Apabila engkau melihat mereka pada suatu negeri,...
Maka ketahuilah, sesungguhnya merekalah yang membawa keamanan bagi penduduk negeri itu.
Allah tidak akan mengadzabkan sesuatu kaum, dimana mereka itu berada pada kaum itu. Bumi gembira kepada mereka. Dan Tuhan Yang Maha perkasapun ridha kepada mereka. Ambillah mereka menjadi teman bagi dirimu!...
Mudah-mudahan engkau terlepas dengan sebab mereka.
Kalau engkau sanggup, bahwa kematian mendatangi engkau dan perut engkau itu lapar dan hati engkau itu haus, maka perbuatlah!...
Karena dengan demikian engkau akan mengetahui kemuliaan tingkatan.
Dan engkau akan menempati bersama para nabi. Para malaikat bergembira dengan kedatangan Jiwamu dan Tuhan Yang Maha perkasapun mencurahkan rahmat kepadamu..”
“Manusia yang paling dekat kepada Allah ‘Azza Wa Jalla pada hari kiamat ialah orang yang lama laparnya, hausnya dan gundahnya di dunia, yang berjalan tidak beralas kaki, yang bertaqwa kepada Allah, yang kalau mereka hadir, mereka tidak dikenal (orang), dan kalau mereka tidak hadir, niscaya orang tidak merasa kehilangan. Mereka dikenal oleh tempat-tempat dibumi dan mereka dikelilingi oleh para malaikat langit.
Manusia berni’mat-ni’mat di dunia dan mereka berni’mat-ni’mat dengan menta’ati Allah ‘Azza Wa Jalla. Manusia tidur dikasur empuk, sedang mereka tidur dengan dahi dan lutut. Manusia menyia-nyiakan perbuatan dan akhlak para nabi dan mereka menjaganya. Mereka ditangisi oleh bumi apabila telah hilang.
Dan Tuhan Yang Maha perkasa marah pada tiap-tiap negeri yang tidak ada seorangpun dari pada mereka padanya. Mereka tidak melompat-lompat di dunia, sebagaimana anjing melompat-lompat di atas bangkai. Mereka makan sedikit makanan, memakai pakaian buruk, rambutnya kusut dan mukanya berdebu. Mereka dilihat oleh manusia, lalu menyangka bahwa mereka itu sakit, padahal mereka tidak sakit.
Dan dikatakan orang mereka telah dicampur aduk, lalu hilanglah akal mereka. Padahal akal mereka tidak hilang. Tetapi kaum itu melihat dengan hatinya kepada perintah Allah, yang menghilangkan kecintaan mereka kepada dunia. Lalu menurut orang dunia, mereka itu berjalan tanpa akal. Mereka berakal ketika akal manusia telah hilang. Mereka mempunyai kehormatan pada hari akhirat.
Wahai Usamah!..
Apabila engkau melihat mereka pada suatu negeri,...
Maka ketahuilah, sesungguhnya merekalah yang membawa keamanan bagi penduduk negeri itu.
Allah tidak akan mengadzabkan sesuatu kaum, dimana mereka itu berada pada kaum itu. Bumi gembira kepada mereka. Dan Tuhan Yang Maha perkasapun ridha kepada mereka. Ambillah mereka menjadi teman bagi dirimu!...
Mudah-mudahan engkau terlepas dengan sebab mereka.
Kalau engkau sanggup, bahwa kematian mendatangi engkau dan perut engkau itu lapar dan hati engkau itu haus, maka perbuatlah!...
Karena dengan demikian engkau akan mengetahui kemuliaan tingkatan.
Dan engkau akan menempati bersama para nabi. Para malaikat bergembira dengan kedatangan Jiwamu dan Tuhan Yang Maha perkasapun mencurahkan rahmat kepadamu..”
(ihya ullumiddin)