Bahaya Perut
Imam Al-Ghazali ra, berkata,
“Pada hakikatnya perut adalah sumber segala nafsu syahwat dan tempat tumbuhnya segala penyakit dan bahaya.
- Karena syahwat-perut di iringi oleh syahwat kemaluan dan keinginan yang berlebihan pada wanita untuk dinikahi.
- Kemudian dari keinginan pada makanan; dan pernikahan itu diikuti oleh kesangatan keinginan kepada kemegahan dan harta yang menjadi jalan kepada meluasnya wanita yang dinikahi dan makanan yang dimakan.
- Kemudian oleh kebanyakan harta dan kemegahan, lalu diikuti oleh bermacam-macam sifat kebodohan, berbagai rupa perlombaan dan kedengkian.
- Kemudian, diantara keduanya itu, beranaklah bahaya ria, malapetaka kebanggaan, kebanyakan harta dan kesombongan.
- Kemudian yang demikian itu mengajak kepada kebususkan hati, kedengkian, permusuhan dan kemarahan.
- Kemudian membawa orang yang bersifat demikian kepada mengerjakan perbuatan durhaka, mungkar dan keji.
Semua itu adalah hasil dari menyia-nyiakan perut dan apa yang terjadi daripadanya, dari anggapan mudah kepada kekenyangan dan penuhnya perut.”
“Pada hakikatnya perut adalah sumber segala nafsu syahwat dan tempat tumbuhnya segala penyakit dan bahaya.
- Karena syahwat-perut di iringi oleh syahwat kemaluan dan keinginan yang berlebihan pada wanita untuk dinikahi.
- Kemudian dari keinginan pada makanan; dan pernikahan itu diikuti oleh kesangatan keinginan kepada kemegahan dan harta yang menjadi jalan kepada meluasnya wanita yang dinikahi dan makanan yang dimakan.
- Kemudian oleh kebanyakan harta dan kemegahan, lalu diikuti oleh bermacam-macam sifat kebodohan, berbagai rupa perlombaan dan kedengkian.
- Kemudian, diantara keduanya itu, beranaklah bahaya ria, malapetaka kebanggaan, kebanyakan harta dan kesombongan.
- Kemudian yang demikian itu mengajak kepada kebususkan hati, kedengkian, permusuhan dan kemarahan.
- Kemudian membawa orang yang bersifat demikian kepada mengerjakan perbuatan durhaka, mungkar dan keji.
Semua itu adalah hasil dari menyia-nyiakan perut dan apa yang terjadi daripadanya, dari anggapan mudah kepada kekenyangan dan penuhnya perut.”