Mempelajari Ilmu
Dari Mu’adz bin Jabal ra, beliau berkata,..
Rasulullah saw bersabda,..
“Pelajarilah ilmu!…
Karena mempelajarinya karena Allah itu adalah taqwa (khasyatun).
Menuntutnya itu adalah pengabdian (ibadah),
Rasulullah saw bersabda,..
“Pelajarilah ilmu!…
Karena mempelajarinya karena Allah itu adalah taqwa (khasyatun).
Menuntutnya itu adalah pengabdian (ibadah),
Mengkajinya itu adalah tasbih,….
Membahaskannya itu adalah jihad,….
Mengajarkan kepada orang yang belum mengetahuinya itu adalah sedekah.
Membahaskannya itu adalah jihad,….
Mengajarkan kepada orang yang belum mengetahuinya itu adalah sedekah.
Memberikannya kepada ahlinya itu mendekatkan diri kepada Rabb.
Karena ilmu merupakan tanda-tanda akan halal dan haram, sinar jalan para penghuni surga.
Ilmu merupakan pendamping saat takut, teman saat terasing, teman bicara dikala sendirian, dalil atas kesenangan dan kesusahan, senjata dalam menghadapi musuh, hiasan di hadapan teman,….
Dengan ilmu, diangkat oleh Allah beberapa kaum.
Lalu dijadikannya mereka sebagai pemimpin dalam kebaikan, yang jejak mereka diikuti dan perbuatan mereka ditiru dan pendapat merka menjadi rujukan.
Para malaikat berhasrat menyertai mereka,
Disapunya mereka dengan sayapnya.
Seluruh yang basah dan yang kering memohonkan ampun akan dosa mereka, bahkan ikan paus dilautan dan dan segala jenis ikannya, binatang buas di darat dan hewannya.
Sebab ilmu merupakan kehidupan hati dari kebodohan dan merupakan lentera pandangan dari kegelapan.
Dengan ilmu, seorang hamba dapat mencapai tataran orang-orang pilihan dan derajat yang tinggi di dunia dan di akhirat.
Memikirkan ilmu sama dengan shaum.
Mempelajarinya sama dengan shalat malam.
Hubungan kekerabatan dapat tersambung karena ilmu.
Karena ilmu merupakan tanda-tanda akan halal dan haram, sinar jalan para penghuni surga.
Ilmu merupakan pendamping saat takut, teman saat terasing, teman bicara dikala sendirian, dalil atas kesenangan dan kesusahan, senjata dalam menghadapi musuh, hiasan di hadapan teman,….
Dengan ilmu, diangkat oleh Allah beberapa kaum.
Lalu dijadikannya mereka sebagai pemimpin dalam kebaikan, yang jejak mereka diikuti dan perbuatan mereka ditiru dan pendapat merka menjadi rujukan.
Para malaikat berhasrat menyertai mereka,
Disapunya mereka dengan sayapnya.
Seluruh yang basah dan yang kering memohonkan ampun akan dosa mereka, bahkan ikan paus dilautan dan dan segala jenis ikannya, binatang buas di darat dan hewannya.
Sebab ilmu merupakan kehidupan hati dari kebodohan dan merupakan lentera pandangan dari kegelapan.
Dengan ilmu, seorang hamba dapat mencapai tataran orang-orang pilihan dan derajat yang tinggi di dunia dan di akhirat.
Memikirkan ilmu sama dengan shaum.
Mempelajarinya sama dengan shalat malam.
Hubungan kekerabatan dapat tersambung karena ilmu.
Yang halal dan yang haram dapat diketahui dengan ilmu.
Ilmu merupakan imam (pemimpinnya) amal,…
Dan amal yang mengikutinya.
Ia memberikan ilham kepada orang-orang yang berbahagia, yang tidak didapatkan oleh orang-orang yang nestapa.”
Ilmu merupakan imam (pemimpinnya) amal,…
Dan amal yang mengikutinya.
Ia memberikan ilham kepada orang-orang yang berbahagia, yang tidak didapatkan oleh orang-orang yang nestapa.”
(Hr. Ibnu Abdil Barr, KR, 104)