Mimpi
Sebagian mereka berkata,..
“Telah keras nafsu syahwatku pada permulaan keinginanku dengan apa yang aku tidak sanggupi. Lalu aku perbanyak memekik dan mengadu kepada Allah Ta’ala. Maka kemudian aku pun bermimpi dalam tidurku melihat seseorang. Orang itu bertanya, “Apa kabar?..” Maka aku mengadu kepadanya. Lalu ia berkata,.. “Maju kemari kehadapanku!..” Lalu aku datang kepadanya. Maka ia meletakkan tangannya atas dadaku. Dan aku merasakan dingin pada hatiku dan seluruh tubuhku. Maka waktu pagi-pagi aku merasakan, telah hilang apa yang ada padaku. Dan aku tinggal sehat wal afiat selama setahun.
Kemudian orang tersebut kembali lagi kepadaku seperti demikian.
Maka aku perbanyak meminta tolong kepada Allah Ta’ala.
Lalu datanglah seseorang kepadaku dalam tidur.
Ia bertanya kepadaku,..
“Sukakah kamu bila hilang apa yang kamu peroleh itu dan aku memukul lehermu?.. "
Aku menjawab “Yaa..”
Lalu orang itu berkata,.. “Ulurkan lehermu!..”
Lalu aku ulurkan leherku, lalu dicabutnya pedang dari nur (cahaya), dan dipukulkannya keleherku, hingga kemudian aku pun merasa lega pada pagi harinya telah hilang akan apa yang ada padaku.
Dan tinggallah aku sehat wal’afiat selama setahun.
Kemudian orang itu datang lagi kepadaku seperti demikian atau lebih keras dari itu.
Aku melihat, seolah-olah orang itu diantara lambungku dan dada-ku berbicara dengan aku. Dan berkata,..
”Kasihan!. berapa kali kamu sudah bermohon pada Allah Ta’ala supaya dihilangkan apa yang tidak disukai untuk dihilangkan.”
Hingga kemudian aku pun menikah. Lalu hilanglah yang demikian daripadaku dan aku memperoleh anak.”
“Telah keras nafsu syahwatku pada permulaan keinginanku dengan apa yang aku tidak sanggupi. Lalu aku perbanyak memekik dan mengadu kepada Allah Ta’ala. Maka kemudian aku pun bermimpi dalam tidurku melihat seseorang. Orang itu bertanya, “Apa kabar?..” Maka aku mengadu kepadanya. Lalu ia berkata,.. “Maju kemari kehadapanku!..” Lalu aku datang kepadanya. Maka ia meletakkan tangannya atas dadaku. Dan aku merasakan dingin pada hatiku dan seluruh tubuhku. Maka waktu pagi-pagi aku merasakan, telah hilang apa yang ada padaku. Dan aku tinggal sehat wal afiat selama setahun.
Kemudian orang tersebut kembali lagi kepadaku seperti demikian.
Maka aku perbanyak meminta tolong kepada Allah Ta’ala.
Lalu datanglah seseorang kepadaku dalam tidur.
Ia bertanya kepadaku,..
“Sukakah kamu bila hilang apa yang kamu peroleh itu dan aku memukul lehermu?.. "
Aku menjawab “Yaa..”
Lalu orang itu berkata,.. “Ulurkan lehermu!..”
Lalu aku ulurkan leherku, lalu dicabutnya pedang dari nur (cahaya), dan dipukulkannya keleherku, hingga kemudian aku pun merasa lega pada pagi harinya telah hilang akan apa yang ada padaku.
Dan tinggallah aku sehat wal’afiat selama setahun.
Kemudian orang itu datang lagi kepadaku seperti demikian atau lebih keras dari itu.
Aku melihat, seolah-olah orang itu diantara lambungku dan dada-ku berbicara dengan aku. Dan berkata,..
”Kasihan!. berapa kali kamu sudah bermohon pada Allah Ta’ala supaya dihilangkan apa yang tidak disukai untuk dihilangkan.”
Hingga kemudian aku pun menikah. Lalu hilanglah yang demikian daripadaku dan aku memperoleh anak.”