Penghuni Surga
Rasulullah saw. bersabda:
“Berfirman Allah Ta’ala yakni kepada para penghuni Surga:
“Sesungguhnya Akulah Allah,..
Yang Maha Dermawan, Yang Maha Kaya,..
Yang Maha Melampaui, Yang Maha Menepati,..
Yang Maha Tulus, dan ini RumahKu yang sudah Aku halalkan untuk tempat tinggalmu,
dan surgaKu yang sudah Aku halalkan untukmu,
dan DiriKu yang sudahKu perlihatkan kepadamu.
Inilah “Tangan”-Ku,…
Pemilik embun serta gerimis, terbuka, terulur atasmu, tidak Kutarik daripadamu.
Aku menatapmu, tidak Kupalingkan pandanganKu daripadamu.
Mintalah kepada-Ku apa yang kalian mau dan kalian ingin.
Sudah Kuhibur kalian dengan Diri-Ku,
Dan Akulah bagimu kawan duduk dan pemberi suka.
Maka tak ada lagi kebutuhan, tak ada lagi keperluan mendesak sesudah ini,
Tak ada kesengsaraan, kemiskinan, kelemahan, kejompoan, kemarahan, dosa, pergeseran, kekal abadi selama-lamanya.
Kenikmatan lestari menyelimutimu.
Kamulah yang aman tenteram, yang diam bermukim, yang tinggal menetap, yang dimuliakan, yang dianugerahi,…
Kamulah para tuan terhormat yang telah mematuhi-Ku dan menjauhi segala larangan-Ku.
Maka angkatlah kepada-Ku segala keperluanmu, Aku tunaikan kepadamu dengan segenap kemurahan serta anugerah.
Rasulullah saw kemudian bersabda:
“Maka berkatalah mereka (para penghuni surga),…
“Yaa Rabb kami,…
Bukan inilah cita-cita dan angan-angan kami terdahulu.
Tetapi yang kami kehendaki kepadaMu adalah memandang WajahMu yang mulia selama-lamanya dan keridhaan diriMu atas kami.”
Maka berfirmanlah kepada mereka Yang Luhur Yang Maha Luhur, Pemilik kerajaan, Yang Maha Pemberi Yang Murah Hati, Yang Maha Berkat lagi Maha Tinggi,…
“Maka Inilah Wajah-Ku menjelas kepadamu kekal selama-lamanya.
Dan bergembiralah sebab Diri-Ku telah berkenan atasmu.
Maka berpuas-puaslah: pergilah kepada pasangan-pasanganmu, peluklah mereka dan kawinlah; kepada para sahayamu, bersenang-senanglah; ke kamar-kamarmu yang tinggi, dan masuklah; ke kebun-kebunmu, berjalan-jalanlah; kepada binatang tungganganmu, berkendaralah; ke hamparan-hamparanmu, bertelekanlah kepada para budak perempuanmu dan gundik-gundikmu di taman-taman, bersantailah; kepada hadiah-hadiahmu dari Tuhanmu, sambutlah; kepada pakaian-pakaianmu, kenakanlah; ke majelis-majelis pertemuanmu, bercengkeramalah.
Kemudian tidur sianglah sedemikian rupa, tanpa terlelap dan tiada capek –dalam lindungan bayangan yang teduh dan rasa yang aman yang memabukkan, dalam ketetanggaan Yang Luhur.
Lalu pergilah ke Bangsawan Kautsar dan Kafur dan Air Berkilau dan Tasnim dan Salsabil dan Zanjabil, mandilah dan bernikmatlah.
Bahagialah bagi kalian dan seindah-indah tempat berpulang. Kemudian pergilah dan berbaring di bantal-bantal yang hijau dan hambal-hambal yang cantik, di kasur-kasur yang tebal tinggi, dalam bayangan terbentang dan air tercurah dengan buahan yang berlimpahan, tidak terhenti dan tidak terlarang”
Kemudian Rasulullah saw. membaca:
“Sesungguhnya para sahabat surga di hari itu dalam kesibukan kegembiraan; mereka dan istri-istri mereka dalam bayang naungan, bertelekan di pembari-ngan; bagi mereka disana buah-buahan dan bagi mereka apa yang mereka idamkan;
“Salam…” –ucapan dari Tuhan Yang Maha Penyayang.” Lalu membaca ayat ini: “Para sahabat surga di hari itu, indah tempat kediaman dan indah tempat istirah.”
(Misykat Al Anwar, Ibn ‘Arabi)
“Berfirman Allah Ta’ala yakni kepada para penghuni Surga:
“Sesungguhnya Akulah Allah,..
Yang Maha Dermawan, Yang Maha Kaya,..
Yang Maha Melampaui, Yang Maha Menepati,..
Yang Maha Tulus, dan ini RumahKu yang sudah Aku halalkan untuk tempat tinggalmu,
dan surgaKu yang sudah Aku halalkan untukmu,
dan DiriKu yang sudahKu perlihatkan kepadamu.
Inilah “Tangan”-Ku,…
Pemilik embun serta gerimis, terbuka, terulur atasmu, tidak Kutarik daripadamu.
Aku menatapmu, tidak Kupalingkan pandanganKu daripadamu.
Mintalah kepada-Ku apa yang kalian mau dan kalian ingin.
Sudah Kuhibur kalian dengan Diri-Ku,
Dan Akulah bagimu kawan duduk dan pemberi suka.
Maka tak ada lagi kebutuhan, tak ada lagi keperluan mendesak sesudah ini,
Tak ada kesengsaraan, kemiskinan, kelemahan, kejompoan, kemarahan, dosa, pergeseran, kekal abadi selama-lamanya.
Kenikmatan lestari menyelimutimu.
Kamulah yang aman tenteram, yang diam bermukim, yang tinggal menetap, yang dimuliakan, yang dianugerahi,…
Kamulah para tuan terhormat yang telah mematuhi-Ku dan menjauhi segala larangan-Ku.
Maka angkatlah kepada-Ku segala keperluanmu, Aku tunaikan kepadamu dengan segenap kemurahan serta anugerah.
Rasulullah saw kemudian bersabda:
“Maka berkatalah mereka (para penghuni surga),…
“Yaa Rabb kami,…
Bukan inilah cita-cita dan angan-angan kami terdahulu.
Tetapi yang kami kehendaki kepadaMu adalah memandang WajahMu yang mulia selama-lamanya dan keridhaan diriMu atas kami.”
Maka berfirmanlah kepada mereka Yang Luhur Yang Maha Luhur, Pemilik kerajaan, Yang Maha Pemberi Yang Murah Hati, Yang Maha Berkat lagi Maha Tinggi,…
“Maka Inilah Wajah-Ku menjelas kepadamu kekal selama-lamanya.
Dan bergembiralah sebab Diri-Ku telah berkenan atasmu.
Maka berpuas-puaslah: pergilah kepada pasangan-pasanganmu, peluklah mereka dan kawinlah; kepada para sahayamu, bersenang-senanglah; ke kamar-kamarmu yang tinggi, dan masuklah; ke kebun-kebunmu, berjalan-jalanlah; kepada binatang tungganganmu, berkendaralah; ke hamparan-hamparanmu, bertelekanlah kepada para budak perempuanmu dan gundik-gundikmu di taman-taman, bersantailah; kepada hadiah-hadiahmu dari Tuhanmu, sambutlah; kepada pakaian-pakaianmu, kenakanlah; ke majelis-majelis pertemuanmu, bercengkeramalah.
Kemudian tidur sianglah sedemikian rupa, tanpa terlelap dan tiada capek –dalam lindungan bayangan yang teduh dan rasa yang aman yang memabukkan, dalam ketetanggaan Yang Luhur.
Lalu pergilah ke Bangsawan Kautsar dan Kafur dan Air Berkilau dan Tasnim dan Salsabil dan Zanjabil, mandilah dan bernikmatlah.
Bahagialah bagi kalian dan seindah-indah tempat berpulang. Kemudian pergilah dan berbaring di bantal-bantal yang hijau dan hambal-hambal yang cantik, di kasur-kasur yang tebal tinggi, dalam bayangan terbentang dan air tercurah dengan buahan yang berlimpahan, tidak terhenti dan tidak terlarang”
Kemudian Rasulullah saw. membaca:
“Sesungguhnya para sahabat surga di hari itu dalam kesibukan kegembiraan; mereka dan istri-istri mereka dalam bayang naungan, bertelekan di pembari-ngan; bagi mereka disana buah-buahan dan bagi mereka apa yang mereka idamkan;
“Salam…” –ucapan dari Tuhan Yang Maha Penyayang.” Lalu membaca ayat ini: “Para sahabat surga di hari itu, indah tempat kediaman dan indah tempat istirah.”
(Misykat Al Anwar, Ibn ‘Arabi)