2 rakaat di waktu sepi
Ketika itu, seorang Syekh memimpikan sebagian ulama, dan bertanya kepadanya: “Bagaimanakah kabar tentang ilmu yang tuan perdebatkan dahulu dan dengan pertengkarannya?…”. Ulama itu kemudian membuka tangannya lalu menghembuskan nafasnya pada tangan-nya itu seraya berkata: “Semuanya telah menjadi abu yang bertebangan. Tak ada yang berguna selain dari 2 raka’at yang aku kerjakan dengan ikhlas ditengah malam yang sepi.”