Al abshar
AL-ABSHAR
Firman Allah Ta'ala: "Dia [Ta'ala] tidak dapat dicerap oleh al-abshar"—Q.S. Al-An'ām [6]: 103.
Adapun yang dimaksud "al-abshar" (jamak dari "al-bashar") adalah segala jenis mata ('ainun) dari berbagai 'wajah' dan berbagai qalb.
Adalah qalb, dia tidak melihat kecuali dengan al-bashar; dan 'wajah' (ruhaniah) tidak melihat kecuali dengan al-bashar. Adapun penglihatan yang terkait dengan pemahaman, sebagaimana penglihatan bagi aql, maka ia disebut al-bashirah. Sedangkan mata lahiriah disebut al-'ain (mata).
...
Sesungguhnya yang sempurna penglihatannya di antara kita adalah pemilik amalan "nafilah" sebagai tambahan bagi yang fardu baginya; dan si hamba tersebut bertaqarrub kepada Rabb-nya dengan amalan itu hingga Dia mencintainya. Dan jika Rabb-nya mencintainya maka Dia menjadi pendengarannya dan penglihatannya.
Dan jika Al-Haq telah menjadi penglihatan hamba yang seperti ini, maka sang hamba dapat melihat-Nya dan memahami-Nya; hal ini dikarenakan matanya adalah mata Al-Haq. Tidaklah hamba itu sanggup memandang-Nya kecuali dengan-Nya, bukan dengan matanya sendiri.
—Ibnu Arabi, Futuhat Al-Makiyah, Bab 421